Gema Takbir dan Festival Lampion Meriahkan Malam Takbiran di Kota Batu

BATU — Kemeriahan menyambut hari raya Idul Fitri 1438 H kembali terlihat di Desa Sumberejo, Kota Batu. Tidak hanya mengumandangkan takbir, namun warga Sumberejo juga menggelar lomba Gema Takbir dan Festival Lampion.

Di ikuti oleh 10 peserta, lomba yang secara rutin diadakan setiap tahunnya tersebut ternyata mampu menarik ribuan masyarakat untuk turut menyaksikannya. Pancaran cahaya lampu beraneka warna semakin mempercantik lampion berbentuk miniatur masjid tersebut.

Ketua Panitia, Wijaya Suhud mengatakan lomba gema takbir dan festival lampion memang sudah menjadi agenda rutin warga Sumberejo dalam menyambut hari raya Idul Fitri.

“Kegiatan lomba seperti ini sudah ada sejak tahun 2009. Jika dihitung, lomba kali ini adalah penyelenggaraannya yang ke delapan kali,” akunya kepada Cendana News, Sabtu (24/6/2017).

Suhud menceritakan, awal mula digagasnya lomba tersebut karena pada saat itu peserta gema takbir semakin merosot. Sehingga mereka mencoba untuk kembali mengantusiaskan lagi masyarakat dalam lebih menyiarkan Agama Islam yaitu dengan cara melestarikan budaya gema takbir tersebut.

“Dari situ kemudian kami berfikir agar bagaimana gema takbir tersebut lebih meriah tapi tetap tidak melenceng dari norma Agama Islam dan norma hukum. Kemudian akhirnya kami mengkreasikan lomba gema takbir dengan festival lampion,” ungkapnya.

Lebih lanjut Suhud menyampaikan bahwa kegiatan gema takbir dan festival lampion tidak hanyak untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Lebih daripada itu, kegiatan tersebut diadakan untuk mencegah hal-hal negatif yang biasa dilakukan masyarakat utamanya anak-anak muda dalam mengakhiri bulan Ramadan.

“Biasanya anak-anak muda mengakhiri bulan Ramadan dengan minum-minuman keras maupun melakukan tindakan negatif lainnya. Oleh sebab itu kami ingin mengurang perbuatan negatif tersebut,” ucapnya.

Mungkin menghapus kebiasaan buruk tersebut secara langsung akan sangat sulit, tapi kami akan coba untuk menguranginya. Karena dengan kegiatan ini maka setiap anak muda di desa Sumberejo akan ikut berpartisipasi sehingga mereka akan melupakan hal-hal negatif tersebut.

“Dalam kegiatan ini mereka bisa ikut siar Agama Islam, karena yang mereka kumandangkan adalah kalimat Tahmid, Tahlil dan Takbir untuk mengagungkan nama Allah. Kalau ada peserta yang mengkomsumsi alkohol maka mereka akan langsung di diskualifikasi,” tegasnya.

Sementara itu Suhud juga menyampaikan bahwa pemenang dari lomba ini akan mendapatkan hadiah berupa piala, tropi dan uang pembinaan.

“Untuk sumber pendanaan kegiatan memang sebagian besar adalah dari swadaya masyarakat tetapi ada juga bantuan dari pihak-pihak lain,” pungkasnya.

Lihat juga...