Warga Dusun Macari Gelar Kirab Mimbar Berusia 227 tahun

BATU — Tepat sehari menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H, masyarakat desa Pesanggrahan, utamanya warga dukuh Macari kota Batu menggelar acara Kirab Mimbar Masjid Al-Mukhisin yang telah berusia 227 tahun. Kirab mimbar berusia ratusan tahun tersebut diiringan kegiatan takbir keliling oleh siswa siswi MI DARUL ULUM, TPQ ROUDLOTUL JANNAH, Arles (kelompok kothe’an arek lesti), Remaja Islam Macari, dan masyarakat sekitar.

Masjid Al-Mukhlisi sendiri disinyalir merupakan masjid tertua di Kota Batu yang dibangun sekitar tahu 1790. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya uang koin logam bertuliskan tahun 1790 pada salah satu kayu penopang mimbar.

Menurut ketua Takmir, Hari Waluyo Zaini menjelaskan bahwa Masjid Al-Mukhlisin dibangun oleh almarhum Mbah Mat Sari atau yang saat ini lebih dikenal dengan nama Kyai Zakaria.

“Masji Al-Mukhlisin didirikan pertama kali pada 1790. Kemudian untuk penandaan tahun pembangunan masjid tersebut maka di masukkanlah koin pada cagak bagian atas sendiri,” jelasnya kepada Cendana News, (24/6/2017).

Konon disebutkan Hari, sinar dari Masjid Al-Mukhlisin bisa sampai dapat terlihat di daerah Jember. Warga disini kebanyakan adalah keturunannya.

“Tapi Alhamdulillah kita sebagai Takmir punya silsilah dari Kyai Zakaria mulai dari bawah sampai ke atas,” sebutnya.

Sementara itu koordinator pelaksana, Ulul Azmi juga menyampaikan bahwa meskipun ornamen Masjidnya saat ini sudah banyak sekali yang berubah,tapi tinggal satu yang masih ada hingga sekarang yakni berupa sebuah mimbar. Pada mimbar tersebut terdapat sebuah cungkup yang utuh yang masih tersisa dari sisa-sisa Masjid tertua.

Menurutnya, terdapat kepentingan yang besar bagi dirinya dan seluruh warga untuk mensosialisasikan kepada masyarakat berupa kirab mimbar.

“Agar masyarakat tahu bahwa masjid ini adalah masjid pertama dan pusat penyebaran agama Islam pertama yang di lakukan oleh mbah Mat Sari,” terangnya.

Dengan adanya temuan sejarah tersebut, maka masyarakat akan punya semangat kembali dengan penemuan-penemuan yang membuktikan bahwa masjid ini adalah yang tertua di kota Batu, sehingga semangat keberagamaan mereka akan meningkat.

Lebih lanjut, kirab mimbar diawali dengan pembacaan doa dan tumpengan. Rute dimulai dari jalan Lesti, kemudian berputar ke Jalan panglima Sudirman untuk langsun menuju Masjid Al-Mukhlishin yang berlokasi Jalan Lahor.

 

Lihat juga...