RABU, 14 JUNI 2017
BANJARMASIN — Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo), menggelar pasar murah di tiga pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kota Banjarbaru, Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Martapura, dan Pondok Pesantren Nurul Jannah Kota Banjarmasin.
![]() |
| Sekretaris Bappebti, Nusa Eka, saat menyerahkan sembako murah di Ponpes Nurul Jannah. |
Sekretaris Bappebti, Nusa Eka, mengatakan, program jual sembako murah turut menggandeng pihak swasta untuk saling berbagi di tengah Ramadan. Ia menuturkan, kegiatan ini bermaksud meringankan beban masyarakat miskin sekaligus membantu donasi terhadap pondok pesantren. Menurut Nusa, hasil penjualan paket sembako akan disumbangkan kepada pengelola pondok pesantren.
Nusa berharap, donasi bantuan bisa meringankan pengurus pondok pesantren. Selain itu, ia ingin memantau ketersediaan bahan pokok di sejumlah kabupaten/kota. “Harga kebutuhan bahan pokok secara umum terpantau stabil di sini. Kalau bawang putih masih mahal, kami akan bicara dengan Bulog, targetnya kan dijual Rp30 ribu per kilogram,” kata Nusa Eka di sela menghadiri penjualan sembako murah di Pondok Pesantren Nurul Jannah di Jalan Gerilya, Kota Banjarmasin, Rabu (14/6/207).
Nusa Eka terus melakukan koordinasi dengan Bulog dan distribusi barang kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga. Pihaknya berharap harga bahan pangan tetap stabil selama Ramadan dan Lebaran 1438 Hijriah.
Direktur Eksekutif Aspebtindo, Chrisnawan Triwahyuardhianto, mengatakan, ada 12 titik pasar sembako murah di sejumlah kabupaten/kota se-Indonesia. Selain di Kalimantan Selatan, ia menggelar pasar sembako di Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Untuk setiap titik, ia menyebar 500 paket sembako murah yang dijual ke masyarakat.
“Semua habis terjual, harga normal sekitar Rp100 ribu, tapi kami jual Rp50 ribu per paket. Semoga dengan nilai yang kecil, kami bisa optimal bantu ke pondok pesantren dan masyarakat. Warga miskin bisa menabung selisih Rp50 ribu untuk kebutuhan lain,” kata Chrisnawan. Paketan sembako murah terdiri atas beras, minyak goreng, gula, dan mie instan.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jannah, Ustad Edi Rahmadi, bersyukur atas inisiatif Bappebti dan Aspebtindo yang berkenan menjual paket sembako murah di pondok pesantren. Sebab, kata Edi, mayoritas warga yang tinggal di sekitar pondok pesantren biasanya dari kalangan miskin.
“Mudah-mudahan berjalan rutin setiap tahun, kami hanya bisa menyediakan tempat. Hasil sumbangan sangat bermanfaat bagi santri-santri di sini,” demikian Edi berujar.
Puluhan warga pun antre mendapatkan paket sembako murah. Mereka sudah mengantre sebelum pasar sembako murah dibuka. “Lumayan murah, kalau beli di toko mungkin harganya Rp90 ribu,” kata Ratnasari. (Diananta P. Sumedi / Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi)
Source: CendanaNews
