Pemudik Hamil Muda, Dievakuasi dari Kapal
LAMPUNG — Satu pemudik dari Pelabuhan Merak Banten tujuan Pelabuhan Bakauheni Lampung, terpaksa dibantu oleh petugas medis saat akan turun dari KMP SMS Kartanegara yang sandar di Dermaga II, pada sekitar pukul 09.13 WIB, dan langsung dibawa ke posko pelayanan kesehatan mudik lebaran 2017 Kantor Kesehatan Kelas (KKP) II Panjang.
Dibantu Brigadir Kepala Ade Yuda, Ipda Ucok Sahata dari Polres Lampung Selatan dan dibantu oleh petugas medis dari posko pelayanan kesehatan mudik lebaran 2017, juga dari Senkom mitra POLRI dan Kantor SAR Lampung, wanita muda bernama Reza Nugrahani (23) dievakuasi menggunakan tandu dan ditangani oleh dokter jaga yang bertugas.
Dokter jaga yang bertugas, Rahmi, mengatakan, wanita muda yang melakukan perjalanan dari Pulau Jawa dan akan menuju ke Bakauheni tersebut saat diperiksa tengah memasuki masa kehamilan tiga bulan. Selain mengalami mual-mual dan pusing, pemudik tersebut didiagnosa mengalami hyperemesis saat memasuki masa kehamilan trimester ketiga dan mengalami mual-mual akibat perjalanan menggunakan kapal laut.
“Kita langsung lakukan penanganan pertama dengan pemeriksaan serta pemberian bantuan nafas tambahan dengan oksigen serta diberi infus, selanjutnya kita rujuk ke rumah sakit untuk penanganan
lanjut,” ungkap Rahmi, di posko pelayanan kesehatan mudik lebaran tahun 2017 Kantor Kesehatan Kelas II Panjang (KKP), Kamis (22/6/2017).
Rahmi juga mengatakan, pihaknya segera menghubungi pihak keluarga wanita muda tersebut untuk segera menyusul ke Rumah Sakit Umum Bob Bazaar Kalianda. Peristiwa tersebut berdasarkan data di posko menjadi satu peristiwa menonjol yang terjadi selama arus mudik 2017 pada H-7 hingga H-4.
Berdasarkan data kunjungan pasien posko mudik KKP Kelas II Panjang, beberapa pemudik yang memeriksakan diri sudah semenjak H-7 hingga H-3.
Dari data register kunjungan pasien didominasi oleh pasien yang didiagnosa myalgia sebanyak 9 orang, gastritis sebanyak 4 orang, headache sebanyak 5 orang. Hingga H-3 tercatat sudah 73 orang termasuk pemudik, di antaranya telah melakukan pemeriksaan kesehatan dengan berbagai keluhan penyakit seperti ISPA dan gangguan pernafasan.
Selama pelayanan arus mudik, KKP Kelas II Panjang juga dibantu oleh petugas dari Palang Merah Remaja (PMR) SMK Bakauheni, Kantor SAR Lampung dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan yang menyiagakan petugas medis dari Puskesmas Palas dan Puskesmas Rajabasa. Selain itu, fasilitas kursi roda, tandu, tempat tidur, obat-obatan dan dua unit ambulance yang bisa digunakan dalam kondisi emergency.
Petugas jaga lain di posko kesehatan KKP Kelas II Panjang, Ade, menyebut seperti tren sebelumnya saat arus mudik dan arus balik akan banyak pasien yang berobat pada saat arus balik. Ia berpesan kepada pemudik, untuk bisa menjaga kesehatan selama perjalanan dengan tidak makan sembarangan dalam perjalanan dan mencuci tangan. Istirahat cukup dan mengkonsumsi makanan bergizi dianjurkan untuk mempertahankan tubuh tetap dalam kondisi fit selama arus mudik.