Sambut Bonus Demografi, Siapkan SDM Berkualitas

SABTU, 29 APRIL 2017
BOGOR — Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020-2030. Jumlah usia produktif penduduk indonesis mencapai 70 persen, sedangkan usia yang tidak produktif sebanyak 30 persen. Kondisi ini menjadi peluang dan tantangan bagi masa depan bangsa.

Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sujatmiko.

Bonus demografi ini tentu merupakan potensi yang besar. Sayangnya, Indonesia belum mampu menyiapkan terjadinya bonus demografi itu. Hingga kini, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia masih rendah. Menurut indeks daya saing yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) pada tahun ini, posisi Indonesia berada pada peringkat 41, turun dari posisi terakhir di peringkat 37.

Sementara tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pun ada di depan mata. Indonesia, tentu akan dihadapkan pada masuk dan keluarnya barang, jasa, modal bahkan tenaga kerja. Kalau tidak mampu, Indonesia hanya jadi pasar potensial bagi produk negara lain.

Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sujatmiko menyatakan Pemerintah harus menyiapkan generasi muda yang berkualitas tinggi SDM-nya melalui pendidikan, kesehatan dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Dalam Nawacita butir ketiga telah menyebutkan akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dalam rangka negara kesatuan. Pada butir ke-5 disebutkan, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Sedangkan di butir 8, melakukan revolusi karakter bangsa. Hal itu lah yang menjadi pedoman pemerintah untuk melakukan Revolusi Mental berbasis Keluarga.

“Bonus demografi bisa menjadi musibah atau anugerah. Karenanya pembangunan revolusi mental harus dilakukan dari keluarga Revolusi mental harus dimulai dari pembangunan keluarga,” ujar Sujatmiko dalam Dialog Nasional Penggiat Keluarga Indonesia (GIGA) di Institut Pertanian Bogor (IPB) International Convention Cente.

Melalui Revolusi Mental berbasis keluarga, tambah Sujatmiko, diharapkan hasilnya, pendidikan akan semakin tinggi, pekerjaan kompetitif, menikah terencana, aktif dalam masyarakat, menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Muaranya tentu generasi emas Indonesia.

Jurnalis: Shomad Aksara/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Shomad Aksara
Source: CendanaNews

Lihat juga...