SABTU, 29 APRIL 2017
JAYAPURA — Inilah wajah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu yang berada di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Gedung megah ini menyerap dana kurang lebih 166 miliar rupiah. Ingin tahu secara detail gedung PLBN tersebut, ikuti penelusuran Cendana News, Sabtu (29/4/2017) sore.
![]() |
| Tampak depan gedung PLBN Terpadu Skouw, Jayapura, Papua. |
PLBN Terpadu Skouw yang dibangun ini diperbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dann Negara Papua New Guinea (PNG), salah satu manfaatnya yaitu terwujudnya kawasan perbatasan sebagai teras negara yang berdaulat, dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk mendorong ekspor dari Indonesia ke negara lain.
PT Daya Cipta Dianrancana, Bandung, Jawa Barat selaku Konsultan MK (Managemen Konstruksi) telah menyelesaikan pekerjaan gedung berlantai dua ini, terdiri kurang lebih 40 ruangan, dengan luas bangunan 7.619 meter persegi diatas luas tanah 10,7 hektar dan menampilkan desain rumah Tangfa ciri khas pesisir daerah Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, kesemuanya telah selesai sejak akhir 2016 lalu.
Ir. Andi Bau Usdi Mappanyukky, Konsultan MK PLBN Skouw saat berbincang-bincang dengan Cendana News membeberkan proses pembangunan telah selesai seratus persen itu. Bangunan dengan bentuk atap mirip perisai dan memiliki dua ruang panjang untuk masyarakat berkumpul, diterangkan Andi, sementara pada bagian tengah untuk sirkulasi udara gedung.
![]() |
| Petugas di Gedung PLBN Terpadu Skouw, Jayapura, Papua . |
“Pembangunan infrastruktur mulai dari jalan beton, drainase, landscape, pedesterian dan grading. Termasuk juga pekerjaan pagar. Nilai kontrak pembangunan Rp165.944.300.000 untuk tahun anggaran 2015-2016, kontraktor pelaksana PT Nidya Karya (Persero) Wilayah V. Kalau kami sebagai Konsultan MK,” kata Andi sapaan akrabnya kepada tim Cendana News.
Menurutnya, desain rumah Tangfa dianggap lebih cocok diterapkan di Daerah Skouw daripada rumah Honai atau Rumah Manokwari. Ukiran sendiri, dikatakan Andi, diterapkan model kura-kura, buaya di mana bentuk hewan yang menjadi simbol dan tak ada model manusia dalam ukiran-ukiran di PLBN Terpadu Skouw.
“Letak Skouw pada daerah pantai memerlukan bangunan yang lebih transparan dalam aliran udara dan cahaya, sedangkan Rumah Honai atau Rumah Manokwari bersifat lebih tertutup karena merupakan rumah dataran tinggi,” ujarnya.
Gedung ini dibeberkan Andi, yakni check point kedatangan, ruang ganti dan pos jaga. Terdapat juga gedung Car Wash terdiri dari ruang Kantor, ruang gudang/ruang pompa dan toilet. Sementara gedung Cargo Scanner terdiri ruang kantor, ruang peralatan.
“Pada lantai 1 bangunan utama terdiri ruang karantina, bea cukai, detensi wanita, detensi pria, ruang sita, ruang kesehatan dan toilet,” tuturnya.
Untuk lantai satu bagian 2 terdiri dari ruang imigrasi, VIP dan ruang keamanan. Tak hanya itu, kata Andi, terdapat juga ruang laktasi serta ruang hall ada alat scanner atau x-ray pemeriksaan. Di lantai satu bagian ketiga terdapat ruang kantor, bea cukai, pemeriksaan tumbuhan, pemeriksaan hewan, relaksasi dan toilet.
“Lantai pertama terdapat ruang imigrasi, kesehatan, ruang VIP dan toilet. Di lantai 2 bagian pertama ada ruang bea cukai, ruang kerja karantina hewan, tumbuhan dan ruang laboratorium. Pada bagian dua lantai dua terdiri ruang kerja karantina ikan, ruang laboratorium, ruang rapat dan musala,” ungkap Andi.
Akan dibangun juga tahap II zona sub inti dan zona pendukung, lanjutnya tahun Anggaran 2017-2018 yakni lantai 2 bagian tiga terdiri ruang kerja imigrasi, server, kesehatan, supervisi dan toilet. Untuk lantai 2 bagian 4 sendiri ada ruang Kepala PLBN, ruang tunggu persiapan, kerja staf, server CCTV, gudang arsip, ruang rapat.
“Jembatan Timbang terdiri dari ruang kerja, peralatan dan toilet. Gedung Kennel terdiri dari ruang kennel room k-9, kantora, ware house dan toilet. Sementara gedung pemeriksaan terpadu keberangkatan ada ruang katantina ikan, karantina tumbuhan, staf imigrasi, staf bea cukai, gudang, pantri ruang hall,” tutup Andi.
![]() |
| Desain motif Tangfa ciri khas pesisir Skouw. |
PLBN Terpadu Skouw, Kota Jayapura yang berbatasan langsung dengan Negara PNG ini adalah satu dari 7 (tujuh) PLBN yang dibangun Pemerintah Indonesia dengan mengangkat daerah masing-masing antara lain provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu PLBN Terpadu Motaain di Kabupaten Belu, PLBN Terpadu Motamasin di Kabupaten Malaka, PLBN Terpadu Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Ke-empat berada di Kalimantan Barat (Kalbar) PLBN Terpadu Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu dan PLBN Terpadu Aruk di Kabupaten Sambas, di Kalimantan Timur (Kaltim) PLBN Terpadu Entikong tepatnya di Kabupaten Sanggau.
Sebelumnya direncanakan, PLBN Terpadu Skouw diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi). Namun sempat tertunda beberapa kali, kini PLBN ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisataawan domestik untuk berakhir pekan, bahkan tiap hari menjadi salah satu tempat wisata terbaik di Kota Jayapura.
![]() |
| Patung Garuda Pancasila Raksasa di belakang gedung PLBN Terpadu Skouw yang juga sebagai tampilan depan bagi turis Negara Tetangga PNG. |
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto:Indrayadi T Hatta
Source: CendanaNews



