SENIN, 6 MARET 2017
JAKARTA — Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, menerima audiensi Pengurus Pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di ruang Kerjanya, Gedung Nusantara III, Senayan Jakarta, Senin (6/3/2017). Delegasi HKBP dipimpin langsung oleh Ephorus Pendeta Darwin Lumbantobing.
![]() |
| Zulkifli Hasan saat menerima kunjungan Delegasi HKBP |
Dalam pertemuan tersebut, Delegasi HKBP menyampaikan kegelisahan mengenai situasi kebangsaan akhir-akhir ini. “Realitas kita adalah keberagaman dan Indonesia ada karena kita berbeda. Tapi, akhir-akhir ini banyak yang memaksakan realitasnya sendiri-sendiri,” ujar Darwin di hadapan Zulkifli.
Untuk itu, beber dia, segenap jemaah HKBP yang berjumlah 5 Juta orang di seluruh Indonesia, sangat berharap pimpinan MPR dalam hal ini Zulkifli Hasan, mampu merekat kembali realitas kebhinnekaan di masyarakat. “Jadi, kedatangan kam Pengurus Pusat HKBP ke sini, semata mata berharap Pak Zul untuk tampil sebagai tokoh untuk merekatkan kembali kebhinnekaan ini,” ungkap Darwin.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua MPR Zulkifli Hasan, menegaskan sebenarnya kata bersatu dalam keberagaman itu, sudah sejak dahulu. Bahkan, komitmen itu sudah ada sejak 71 Tahun lalu. Tidak ada masalah dengan kebhinnekaan kita, karena sudah disepakati. Ia mengajak untuk menatap ke depan, jangan mundur ke belakang.
Sebab, Kata Zul, musuh bangsa yang sama-sama dihadapi saat ini yakni kesenjangan yang semakin melebar. Ketika yang kaya makin kaya dan yang miskin bertambah miskin, maka radikalisme dan ekstrimisme bisa terjadi. Inilah sebenarnya musuh kita semua.
Untuk itu, Zulkifli mengimbau agar seluruh elemen bangsa termasuk seluruh ummat beragama untuk bersatu melawan kesenjangan. “Keberagaman adalah kekuatan. Sekarang bagaimana caranya di atas perbedaan ini kita bersatu melawan kesenjangan,” tutup Zulkifli.
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa