Warga Sikka Manfaatkan Ramainya Jalan untuk Berdagang

MINGGU, 19 MARET 2017

MAUMERE — Pengendara yang melintasi jalan negara trans Flores dari Kabupaten Flores Timur menuju Sikka, atau sebaliknya, pasti selalu menjumpai penjual jagung rebus yang selalu mangkal setiap pagi hingga sore di pinggir jalan di Sesa Waigete, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Servina, penjual jagung dan sayuran

Satu-satunya jalan antar kabupaten ini selalu ramai dilintasi kendaran saat pagi hingga sore hari. Kondisi ini yang dimanfaatkan sejumlah warga desa setempat guna menjajakan aneka hasil kebun, baik sayur, buah-buahan dan tentunya jagung rebus yang selalu tersedia dan siap disantap. “Saya selalu berjualan jagung rebus setiap hari di depan rumah, sebab banyak pengendara yang suka berhenti dan mmbeli, sehingga bisa untuk menambah pendapatan,” ujar Servina.

Saat ditemui pekan ini, perempuan renta tersebut mengaku sudah beberapa tahun belakangan menjual jagung rebus, selain sayur dan buah-buahan seperti pepaya, mangga, nanas dan kedondong dan jagung muda yang belum direbus. “Banyak juga pengendara sepeda motor dan mobil pribadi yang suka menepi dan membeli jagung muda, baik yang sudah direbus maupun belum. Kalau yang mengendarai sepeda motor banyak yang makan jagung rebus di tempat ini,” sebutnya.

Ibu dari empat orang anak yang sudah dewasa ini juga mengatakan, keuntungan yang didapat sangat lumayan. Dalam sehari, ia bisa meraup keuntungan Rp100-200.000 dari menjual jagung muda, baik jagung pulut maupun jagung manis. “Sebelumnya, hanya jual yang tidak direbus saja, tapi banyak pengendara yang minta agar jual yang direbus juga, sehingga kami rebus dan siapkan sambal juga,” terangnya.

Servina juga menyiapkan tenda sederhana yang dilengkapi kursi di tempat jualannya, sehingga pengendara bisa mencicipi jagung rebus sembari duduk memandangi hamparan sawah di kedua sisi jalan dan Gunung Egon di sebelah selatan bukit yang terkadang mengeluarkan asap. “Saya membeli jagung dari petani di desa Blidit desa tetangga sebanyak 6 buah seharga Rp10.000, sebab lahan saya sebanyak 20 petak sementara ditanami padi sawah dahulu, dan saat musim kemarau baru ditanami jagung dan sayuran,” katanya.

Servina menjual kembali jagung muda baik yang masih mentah maupun sudah direbus per empat buahnya sebesar Rp.10.000, baik jenis jagung pulut maupun jagung manis. Sementara buah-buahan dari kebunnya seperti pepaya matang dijual sebuah Rp10.000 serta kedondong 5 buah seharga Rp10.000.

Heri Sunardi, salah seorang penjual perlengkapan rumah tangga menggunakan pick up, mengaku selalu mampir di pinggir jalan di Waigete untuk mencicipi jagung muda bila bertolak ke Larantuka ataupun ke beberapa kecamatan di wilayah timur Kabupaten Sikka, seperti Talibura dan Waiblama. “Lumayan, untuk menahan lapar sambil berisitirahat melepas lelah. Apalagi, harga jagung rebusnya juga tidak terlalu mahal dibandingkan dengan di Kota Maumere yang dijual 2 buah seharga Rp10.000,” tuturnya.

Heri juga mengaku, kadang membeli juga untuk dibawa pulang ke rumah untuk disantap bersama keluarga dan dibagikan ke teman-teman di Maumere,  meski hanya berbelanja paling banyak Rp100.000.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Lihat juga...