Takjub! Bukit Cambai Dikelilingi Empat Danau dan Gunung

SABTU, 4 MARET 2017

PADANG — Ranah Minang, yang terkenal akan alamnya kembali menghadirkan objek wisata baru. Kali ini, wisata terindah itu ada di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Kecamatan Danau Kembar.

Zardi saat Menikmati Keindahan Bukit Cambai yang Berlatang Belakang Danau Atas (Danau Kembar)

Bukit Cambai, itulah nama lokasi wisata yang dikatakan layak sebagai wisata dunia. Dikelilingi empat danau dan empat gunung. Keindahan ini tentunya tidak ditemukan di negara lain, dan sepertinya lokasi wisata seperti Bukit Cambai ini hanya ada satu-satunya di Indonesia.

Empat danau yang tampak di puncak Bukit Cambai, yakni Danau Atas, Danau Bawah (Danau Kembar), Danau Singkarak, dan Danau Talang. Sementara untuk empat gunung, yakni Gunung Singgalang, Talang, Merapi, dan Gunung Kerinci.

Selain memanjakan mata, Bukit Cambai juga memanjakan kulit melalui suhu udara yang dingin. Gemuruh tiupan angin yang terdengar membuat rasa sejuk menyelimuti tubuh. Dinginnya rasa angin yang berhembus, juga dilengkapi sejuknya mata memandang, karena terbentangnya hamparan pertanian warga yang berwarna hijau. Pemandang di pedesaan seperti Bukit Cambai memang sungguh menakjubkan.

Hamparan sayur petani dan kebuh teh juga terbentang luas saat dalam perjalanan menuju puncak Bukit Cambai. Bagi Anda yang berencana menikmati keindahan di atas puncak Bukit Cambai itu, jaket dan pakai yang tebal sangat diperlukan.

Pemandangan di Puncak Bukit Cambai yang Memperlihatkan Danau Singkarak

Sementara untuk wahana dan fasilitas lainnya, untuk Bukit Cambai ini memang belum ada. Mengingat Bukit Cambai ini lokasi wisata baru, dan belum terkelolah dengan baik. Namun untuk mencapai puncak Bukit Cambai, warga setempat telah membuat jenjang yang dibuat dari semen, sebagai upaya mempermudah wisatawan untuk menuju Bukit Cambai. Memang medan jalannya tidak sulit, namun jenjang semen dianggap perlu, karena para petani di Solok juga sering melalui jenjang tersebut.

Meski belum memiliki sejumlah fasilitas dan wahana. Anda tidak akan merasa jenuh atau rugi saat memandang keindahan alam di atas puncak Bukit Cambai. Jika Anda ingin menikmati sensasi yang lebih menakjubkan, lebih bagus berada di Puncak Bukit Cambai saat cahaya mentara pagi di ufuk timur mulai muncul.

Bagi Anda, yang ingin datang ke lokasi Bukit Cambai ini, jika turun dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), diperkirakan akan menempuh waktu paling lama tiga jam menggunakan mobil, untuk sampai ke lokasi tersebut.

Dalam perjalananpun, akan disungguhkan dengan pemandangan yang indah, seperti di Panorama dan kebun teh yang begitu luas membentang, serta luasnya kebun bawang sayur petani. Namun, jika tidak begitu terbiasa dengan suhu udara yang dingin, sebaiknya bawa dan gunakan baju hangat .

Salah seorang pengunjung di Bukit Cambai, Zardi mengakui keindahan Bukit Cambai tersebut. Tapi sayang, belum begitu ramai warga atau wisatawan yang mengunjungi lokasi tersebut.

“Ya benar, di puncak Bukit Cambai bisa melihat empat danau dan empat pegunungan, dan pemadangan itu sungguh sangat mengagumkan, dan hal ini sepertinya hanya ada di Indonesia, dan bahkan dunia,” jelasnya munggu pekan kemarin.

Menurutnya, keindahan pemandangan di puncak Bukit Cambai benar-benar membuat mata terpesona. Pemandangan diketinggian, yang bisa melihat danau, membuat hati tenang dengan keindahan yang ada. Selain indah, saat berada di Bukit Cambai, suhu udara akan terasa sejuk, karena hembusan angin di puncak Bukit Cambai seakan terasa dipuncak gunung Singgalang.

Selain di Sumbar, keindahan seperti ini juga di Kabupaten Pesisir Selatan yakni di Wisata Mandeh. Ia mengakui, baru pertama kali datang ke Bukit Cambai tersebut.

Pemandangan di Puncak Bukit Cambai yang Memperlihatkan Danau Atas (Danau Kembar)

Lokasi ini pun, pada beberapa waktu lalu sempat dijadikan lokasi trabas oleh rombongan trabas Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang menyusuri daerah Kabupaten Solok, Alahan Panjang dan tembus hingga ke Bukit Cambai tersebut.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...