Posko Kesehatan Berakhir, Pelayanan Dipusatkan di Puskesmas Pembantu Sragi

JUMAT, 3 MARET 2017

LAMPUNG — Posko kesehatan yang didirikan dengan tenda oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan melalui Puskesmas rawat inap Sragi mulai dihentikan. Penghentian operasional posko kesehatan yang digunakan untuk melayani keluhan penyakit para korban banjir yang sudah mengungsi selama hampir 10 hari di tenda-tenda darurat yang berada di tanggul dilakukan setelah sebagian besar pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Kembalinya pengungsi akibat banjir selama musim penghujan di wilayah Lampung Selatan ditambah dengan limpasan air sungai Way Sekampung dan banjir pasang air laut mulai surut setelah sebelumnya mencapai ketinggian 200 centimeter. Pada Jumat (3/3/2017) ketinggian air mencapai 50 centimeter.

Posko kesehatan di Dusun Umbul Besar, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, melayani masyarakat yang terserang ragam penyakit.

Salah satu petugas posko kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan melalui Puskesmas rawat inap Sragi, Ari Wibowo, mengungkapkan, posko kesehatan yang didirikan sejak Sabtu (25/2/2017) tersebut tercatat telah melayani sebanyak 400 pasien dengan beragam keluhan yang rata-rata setiap hari melayani sekitar 40-50 pasien dengan berbagai keluhan. Namun sejak banjir mulai perlahan surut sebagian warga sudah mulai berkurang memeriksakan kesehatan ke posko kesehatan yang terletak bersebelahan dengan tenda darurat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan serta Madrasah Ibtidaiyah (MI) Guppi 05 dan gudang logistik.

“Melihat grafik data kunjungan pasien yang mulai menurun bahkan di kisaran angka 20-30 pasien per hari kita sepakat untuk melakukan pembongkaran posko. Namun bukan berarti pelayanan kesehatan berhenti karena kita juga tetap membuka pelayanan di Puskesmas pembantu yang jaraknya sekitar 750 meter dari Dusun Umbul Besar ini, “terang Ari Wibowo yang juga membawa ambulance Puskesmas Rawat Inap Sragi saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat siang (3/3/2017).

Ambulance rawat inap Kecamatan Sragi yang dipersiapkan untuk melayani kesehatan masyarakat.

Posko kesehatan tersebut, ungkapnya, hanya akan dibongkar karena sebagian masyarakat terimbas banjir rata-rata telah kembali ke rumah masing-masing meski banjir belum seluruhnya surut. Namun dari penuturan warga, Ari Wibowo mengungkapkan, sebagian warga sudah ingin kembali ke rumah akibat tidak betah tinggal di tenda-tenda pengungsian. Banyaknya nyamuk serta tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sebagian warga bahkan dalam pemeriksaan kesehatan sebagian menderita penyakit gangguan pencernaan (gastritis) akibat terbebani pikiran, makan tidak teratur serta kondisi tenda pengungsian yang beralaskan tikar dan rumput. Selain itu gangguan penyakit kulit (dermatisis) berupa gatal-gatal, kurap yang dikeluhkan langsung diberi obat salep kulit bagi para pengungsi korban banjir.

Ari Wibowo juga telah memberi imbauan kepada masyarakat terkait persediaan obat yang diperuntukkan bagi para pengungsi korban banjir masih tersedia di Puskesmas pembantu Sragi. Meski telah dibongkar, dengan adanya call center Puskesmas pembantu yang setiap Ketua Rukun Tetangga (RT) memilikinya, saat  masyarakat memerlukan penanganan kesehatan darurat, maka petugas bisa langsung meluncur ke lokasi warga yang membutuhkan pertolongan. Sementara bagi masyarakat yang mengeluhkan penyakit ringan seperti flu, batuk, penyakit kulit serta gangguan pencernaan, bisa datang ke Puskesmas pembantu untuk mendapat pelayanan kesehatan.

Sebagian anak-anak di lokasi banjir.

Terkait hal tersebut, Suminto, Ketua RT 03, Dusun Umbul Besar Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, mengaku, sangat terbantu dengan adanya posko kesehatan yang dibuat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. Suminto bahkan mengaku sebagian besar warganya yang mengeluhkan berbagai penyakit telah memeriksakan kesehatan dari mulai tensi darah, pemeriksaan kesehatan kulit serta lain-lain telah memperoleh obat dari petugas medis yang disediakan.

“Sebagian sudah kembali ke rumah, namun kami juga masih was-was banjir akan kembali menerjang desa kami dan juga penyakit pasca banjir mengintai warga yang ada di wilayah ini, seperti diare dan penyakit lainnya,” ungkap Suminto.

Warga mengemasi barang dibawa pulang usai mengungsi di tanggul darurat.

Persoalan justru dikeluhkan oleh warga, ungkap Suminto, dengan terendamnya perumahan warga hampir selama sepekan lebih, sebagian lantai rumah rusak akibat terendam banjir. Suminto bahkan mengaku dari puluhan rumah di Dusun Umbul Besar yang merupakan bagian dari 129 rumah yang terendam akibat banjir di Desa Bandaragung mengalami kerusakan pada bagian lantai rumah. Mulai retak-retak pada bagian lantai. Dipastikan warga harus melakukan perbaikan pada bagian rumah yang rusak dan meski banjir sudah surut sedalam 50 centimeter, namun warga belum bisa membersihkan rumah maupun perabotan yang terendam banjir sembari menunggu air benar-benar surut.

Pantauan Cendana News dari puluhan tenda pengungsian milik warga, hanya sekitar tiga tenda milik warga yang masih bertahan termasuk dengan tenda milik BPBD Lampung Selatan yang masih digunakan warga. Beberapa warga yang masih bertahan di tenda pengungsian akibat air yang menggenang rumah belum benar- benar surut dan lebih memilih tinggal di tenda hingga air banjir benar-benar surut.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...