JAYAPURA—Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) di wilayah perbatasan hampir hampir 90 persen adalah penukaran uang kina ke rupiah maupun sebaliknya. Hal ini ditegaskan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto, Kamis (09/03/2017).
![]() |
| Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto. |
“Kami hanya mendorong, mereka membuat izin, karena di perbatasan ada kelonggaran tersendiri. Walaupun tanpa badan usaha, seperti kios dan lainnya. Ini kan untuk menyukseskan kelancaran transaksi dengan uang rupiah,” katanya.
Joko Supratikto mengungkapkan untuk di Papua KUPVA belum berizin banyak yang lakukan namun hanya perorangan. “Hampir 90 persen atau mendominasi.”
Pihaknya berikan kesempatan kepada uaaha ilegal dengan batas waktu hingga 7 April tahun ini agar segera mengurus KUPVA yang telah berizin dan melakukan usaha dengan legal. “Kami berikan batas sampai 7 April melanjutkan usahanya dan setelah itu menghentikan usahanya,” ujarnya.
Dia juga mencontohkan pihak perhotelan sampai saat ini masih menerima pembayaran gunakan mata usang asing, selain itu perusahaan perjalanan bidang jasa trasnportasi udara masih menawarkan gunakan harga mata uang asing dan ada juga seperti di toko-toko emas.
“Mereka lataknya seperti penukaran valuta asing. Dan ini yang ingin kami kembalikan kepada aturannya oleh Bank Indonesia, supaya segala sesuatu dapat diawasi dengan baik,” katanya.
Terbukti, dikatakan Joko pada beberapa daerah KUPVA legal maupun ilegal mereka gunakan sebagai transaksi-transaksi melanggar hukum seperti transaksi narkoba, korupsi, ekspor impor ilegal, juga pencucian uang. “Jadi kalau itu KUPVA sudah legal, dan sudah diawasi Bank Indonesia, harapannya semua transaksi-transaksi itu dapat dicegah,” ujarnya.
M Syahbal pemilik KUPVA pada usaha money changer di Entrop, Jayapura juga mengaku bahwa ditempat usahanya, hampir tiap hari terjadi pertukaran valuta asing jenis mata uang kina asal Papua New Guinea (PNG). Menurutnya, yang seting menukar adalah warga PNG yang hendak berbelanja di seputaran Kota Jayapura.
“Saya sudah lama geluti bidang ini sampai punya cucu. Dan ini memang benar, uang kina paling tinggi di sini (Kota Jayapura) karena kan kita berbatasan langsung dengan PNG,” kata Syahbal.
Dari pantauan media ini disekitaran perbatasan RI-PNG beberapa waktu lalu, terungkap bahwa hampir setiap kios maupun los di Pasar Skouw perbatasan RI-PNG juga melakukan aktivitas pertukaran uang kina ke rupiah maupun sebaliknya. Walaupun di sana juga terdapat satu usaha money changer.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta