BANJAR — Kelompok Pengrajin Angklung “Opong”, di Lingkungan Cibulan, RT 04 RW 05, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, sudah dikenal hingga ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Tanggerang, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan dan sebagainya. Produk para pengrajin angklung ini tersebut bahkan pernah dibawa ke Negeri Cina, Singapura, hingga Malayasia.
![]() |
| Pengrajin Alat Musik Angklung Oyon Hadiyana, Memperlihatkan Hasil Karyanya di Lokasi Tempat Pembuatan Alat Musik Angklung Miliknya |
Keluarga Oyon, mulai menjadi perajin alat kesenian angklung sejak 1970. Waktu itu Oyon, juga masih duduk di bangku sekolah. Sejak itu Oyon, mulai belajar membuat alat musik angklung kepada sang Kakak yaitu Pa Aceng. Baru pada 1995, Oyon, mandiri dan menggeluti pembuatan alat musik angklung secara mandiri.
Menurut Oyon, dalam memproduksi alat-alat kesenian Sunda seperti angklung, kerap terbentur masalah biaya. Oyon, berharap kesenian Sunda, khususnya alat musik angklung terus dilestarikan agar tidak kalah dengan kesenian modern dari luar.
“Saya, mengaku perhatin melihat potensi kesenian Sunda khususnya alat musik angklung, yang kini kurang begitu dijaga dan dilestarikan. Bahkan seniman dan para pengrajin yang memproduksi alat-alat kesenian pun kurang mendapat perhatian,” ujar Oyon ketika ditemui di rumahnya, Kamis(9/3/17).
Oyon, berharap pemerintah bisa mempertahankannya, memberikan bantuan modal. Bukan saja modal, tetapi pemerintah sebaiknya menyediakan sanggar-sanggar seni di dearah yang memiliki basis pelaku kesenian, khususnya untuk melestarikan kesenian alat musik angklung, yang sudah diakui oleh Dunia Internasional.
Jurnalis: Baehaki Efendi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Baehaki Efendi