JUMAT, 3 MARET 2017
SEMARANG — Sesuai amanah Musrembangdes 2017, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengerjakan tujuh proyek berskla nasional yang ditetapkan dalam Perpres Nomor 3 Tahun 2016, tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PPPSN) sebagai prioritas utama.
![]() |
| Sekretaris Daerah Jateng, Sri Puryono |
Sekretaris Daerah Jateng, Sri Puryono, mengatakan, proyek tersebut meliputi pengembangan jalan tol, pengembangan kawasan industri, pengembangan bandara dan pelabuhan serta pembangunan kilang minyak. Presiden Joko Widodo memberi catatan khusus untuk Jateng mengenai percepatan proyek tersebut. Di antaranya Tol Trans Jawa yang meliputi Tol Pemalang-Batang-Kendal, kemudian Semarang-Solo-Kertosono akan tersambung ke Jawa Timur melalui tol Solo-Ngawi.
“Pembangunan Jalan Tol masih harus menyelesaikan pembebasan tanah wakaf, banda desa, PTPN dan Perhutani,” katanya, saat ditemui dalam pembukaan rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Jawa Tengah 2017 di ruang rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah (02/03/2017).
Selain itu, infrastruktur kawasan industri yang menyangkut jaringan listrik dan suplai air bersih juga harus segera diselesaikan, agar investor merasa nyaman. Untuk daerah suplai air bersih tersebut berasal dari Tegal, Brebes, Wonogiri, Solo, Sukoharjo, dan Klaten. Sarana transportasi untuk mendukung investasi juga akan segera diselesaikan.
Pengembangan Bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas yang semula ditarget rampung pertengahan tahun 2018 akan dipercepat akhir 2017 sesuai instruksi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Selain itu pula, bandara Wirasaba di Purbalingga sebagai sarana transportasi di Jateng bagian selatan juga akan dipercepat pembangunannya.
Pembangunan bidang pariwisata akan difokuskan pada pengelolaan kawasan Candi Borobudur, Pemprov akan berencana memperbanyak event di Magelang, agar bisa menarik para wisatawan, sementara Pertamina akan diberikan kemudahan untuk mengembangkan kilang minyak di Cilacap. “Kami meminta jajaran SOPD untuk aktif berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat dan kabupaten untuk mengkoordinasikan pembangunan,” terang Sri, yang berharap pula agar SOPD bisa menyelaraskan pekerjaannya dengan komunikasi dengan rakyat yang selalu diharapkan oleh Ganjar Pranowo ketika melakukan Road Show ke daerah.
Jurnalis: Khusnul Imanuddin/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Khusnul Imanuddin