Pameran Serangan Umum 1 Maret Dibuka, Senjata Pak Harto Dipamerkan

RABU, 1 MARET 2017

YOGYAKARTA — Dalam rangka menyambut Peringatan Serangan Umum 1 Maret, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY menggelar pameran temporer bertema Potret Yogyakarta Kota Perjuangan-Menggali Semangat Kemajuan Yogyakarta untuk Menyongsong Masa Depan Bangsa bertempat di selasar museum setempat selama lima hari Rabu-Minggu (01-05/03/2017) ini.

Wakil Gubernur DIY Sri Pakualam ke X meninjau pameran.

Pameran itu memamerkan puluhan koleksi dari sejumlah museum baik Museum TNI AD, Museum Jogja Kembali, Museum Jenderal Sudirman serta Museum Benteng Vredeburg ini, secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Pakualam ke X, pasca upacara bendera peringatan Serangan Umum 1 Maret, Rabu (01/03/2017).

Dalam sambutannya, Sri Pakualam menyatakan, sejarah masa lalu bangsa merupakan bagian penting yang harus dipahami. Setiap masyarakat khususnya generasi muda harus mampu belajar dari setiap pengalaman sejarah. Hal itu penting dilakukan sebagai pijakan untuk melangkah dan membangun masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.

“Pameran temporer ini merupakan sebuah jendela yang membuka Yogya sebagai kota sejarah. Diharapkan pameran ini dapat memberikan nuansa tersendiri terutama bagi generasi muda sebagai penerus untuk lebih mengenal dan memahami nilai-nilai luhur yang dimiliki bangsa Indonesia khususnya di Yogyakarta. Sehingga dapat menjadi penyemangat dalam mengisi kemerdekan bangsa Indonesia saat ini,” katanya.

Selain menampilkan patung-patung replika tokoh pejuang, pameran temporer Serangan Umum 1 Maret ini juga menampilkan sejumlah benda kuno yang digunakan saat masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan berlangsung. Mulai dari senjata meriam, pistol VOC, keris, pamflet dan majalah pada masa perjuangan, radio perjuangan kuno, topi baja pejuang hingga buku saku pejuang hisbullah yang turut ikut berjuang.

Dari sekian banyak koleksi yang dipamerkan, salah satu yang menarik adalah senjata bernama PM Owengun 5451. Senjata laras panjang ini merupakan senjata yang digunakan Komandan Brigade 10 Wehrkreise III Letkol Soeharto dalam memimpin serangan Umum 1 Maret 1949. Senjata ini merupakan koleksi Museum Jogja Kembali.

Senjata PM Owengun 5451 yang digunakan Komandan Brigade 10 Wehrkreise III Letkol Soeharto dalam memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949.

Wakil Koordinator Acara, Darsono, menyatakan, di hari terakhir pameran atau pada saat acara penutupan pameran pada tanggal 5 Maret 2017 juga akan digelar aksi teatrikal peristiwa heroik Serangan Umum 1 Maret yang akan melibatkan ratusan anggota komunitas dan kelompok masyarakat. Aksi teatrikal ini nantinya akan dilakukan oleh kelompok Komunitas Jogja 45 dengan jumlah anggota sekitar 250 orang.  Semuanya akan mengenakan pakaian ala pejuang dengan replika senjata serta kendaraan tempur kuno, untuk mereka ulang peristiwa Serangan Umum 1 Maret yang terjadi di sekitar kompleks Museum Benteng Vredeburg.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto:  Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...