MINGGU, 5 MARET 2017
MAUMERE — Pantai Wairterang yang merupakan salah satu pantai wisata di Kabupaten Sikka selalu ramai dikunjungi saat hari libur dan hari Minggu.Terletak sekitar 30 kilometer arah timur Kota Maumere ibu kota Kabupaten Sikka, pantai wisata Wairterang bisa ditempuh dengan angkutan kota dengan biaya 10 ribu rupiah atau menumpang ojek sepeda motor dengan membayar tarif 20 sampai 30 ribu rupiah.
![]() |
| Pengunjung yang sedang mandi di Pantai Wairterang. |
Walau sudah terkenal, Pantai Wairterang yang masuk dalam kawasan Taman Wisata Laut Gugus Pulau Teluk Maumere ini semakin sepi ditinggalkan wisatawan, akibat banyaknya sampah plastik dan tidak ada penjual makanan dan minuman di tempat ini.
Saat ditemui Cendana News sedang bersantai bersama kekasih di pantai ini Minggu (5/3/2017), Hendrik Sina, warga Maumere mengakui, dirinya sering ke tempat ini bila hendak mandi air laut dan menikmati suasana pantai yang asri dan tenang.
“Saya suka ke sini sebab air lautnya jernih dan pasir hitamnya halus sekali. Tapi sangat disayangkan sampah khususnya plastik sangat banyak di pantai,” ujarnya.
Selain itu, tambah Hendrik, tempat ini belum dikelola secara maksimal dan hanya ada 5 tempat duduk di beberapa tempat yang berbentuk lingkaran tanpa peneduh. Sebuah tempat duduk panjang dari semen yang sudah beratap seng di bawah pohon dekat jalan juga sangat kotor.
“Kalau pemerintah tidak bisa mengelolanya lebih baik diberikan saja ke pihak desa atau pihak ketiga agar bisa dikelola dengan baik dan mendatangkan pendapatan bagi daerah asal tiket masuknya terjangkau,” tuturnya.
![]() |
| Beberapa tempat duduk yang ada di Pantai Wairterang. |
Aleksius San, warga lainnya yang datang bersama keluarga besar, siang itu terlihat bebas mandi di laut yang tampak tenang. Mereka terlihat membawa makanan dan minuman dari rumah dan menyantapnya di pantai ini.
“Kami lebih senang tamasya ke sini, sebab tempatnya sepi. Tidak seperti pantai lainnya di sebelah barat Kota Maumere seperti pantai pasir putih Kajuwulu yang selalu ramai,” sebutnya.
Aleks pun berharap agar pantai ini bisa ditata dan dikelola dengan baik, sebab termasuk salah satu pantai yang indah dan dari pantai ini wisatawan bisa melihat gugusan pulau-pulau kecil di depan Teluk Maumere.
“Di sini juga ada mata air di sebelah barat jalan sehingga bisa dipakai untuk dialirkan ke kamar manndi dan WC yang akan dibangun di lokasi ini sehingga sehabis mandi air laut bisa membersihkan badan di sini,” ungkapnya.
Disaksikan Cendana News di lokasi ini, tak ada orang lain selain Aleks dan Hendrik serta sangat sepi. Sebuah kios yang dulunya ada di lokasi ini, bangunannya sudah dibongkar oleh pemiliknya dan tidak terlihat petugas parkir yang juga sering membersihkan sampah.
![]() |
| Perahu nelayan yang bersandar untuk beristirahat. |
Sampah-sampah plastik seperti botol minuman bekas berserakan di sepanjang pasir dan di sekeliling tempat wisata ini,.Tumpukan kayu-kayu pun bertebaran di beberapa tempat yang diduga dikumpulkan wisatawan yang datang untuk dipakai membakar ikan atau jagung muda.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

