Keterwakilan Perempuan di Kabupaten Sikka Patut Dicontoh

KAMIS, 9 MARET 2017

MAUMERE —  Emansipasi dan kesetaraan gender merupakan sebuah kata yang menjadi motor bagi kaum perempuan Nusantara untuk bangkit dan mulai berkarya hingga menempati posisi penting di berbagai perusahaan dan lembaga pemerintah.

Pejabat eselon dua yang dilantik bupati Sikka

Di Kabupaten Sikka, keterwakilan perempuan hampir mencakup segala lini. Mulai dari jabatan eselon, anggota dewan hingga camat dan kepala desa. Tercatat untuk eselon dua setingkat kepala dinas sebanyak tujuh orang yakni Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Sekertaris DPRD Sikka, Dinas Kesehatan, Plt, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan KB dan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

Sementara untuk di kecamatan, terdapat dua orang camat perempuan yakni camat Alok dan camat Mapitara. Tidak ketinggalan untuk lurah Nangalimang. Selain itu, di wakil rakyat, terdapat tiga anggota dewan perempuan yang masing-masing berasal dari Partai Golkar satu orang serta dua orang asal Partai Hanura.

Meski harus bersaing dengan kaum pria, namun wanita-wanita tangguh ini juga tidak kalah dalam hal kualitas kerja. Terbukti dari pujian kepala daerah setempat atas kinerja bawahannya dari kaum hawa.

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera kepada Cendana News mengaku sangat puas dengan kinerja pejabat eselon dua dari kaum perempuan. Menurutnya, selama ini kinerja mereka sangat baik dan dapat dikategorikan berhasil menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

“Mereka berhasil menjalankan tugas dengan baik sehingga masih tetap dipertahankan mengisi berbagai kursi pimpinan dinas dan badan serta pelaksana tugas,”sebutnya di Maumere, Kamis (9/3/2017).

Bahkan kata Ansar, bila dibandingkan dengan kaum lelaki yang berada di posisi sama, kaum perempuan tersebut terihat lebih unggul, sehingga ini juga alasan dirinya mempercayakan kursi pimpinan instansi pemerintah tetap diisi kaum perempuan selama dirinya menjabat Bupati Sikka.

Selain itu juga ada camat Alok dan beberapa Lurah sebut Ansar, yang juga dari kaum perempuan yang berkinerja baik dan sangat membantu tugas dan menyukseskan program yang dicanangkannya demi membangun kabupaten Sikka.

Dra.Martha Huberty Pega, kepala Badan Kepegawaain Daerah kabupaten Sikka

Sementara itu, salah satu kepala dinas perempuan di Sikka yang saat ini menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Dra.Martha Huberty Pega menyebutkan, Kabupaten Sikka saat ini, perempuan diberikannya kesempatan cukup luas untuk berperan di dalam jabatan, baik di lingkup pemerintahan maupun swasta serta hampir tidak ada.

“Dari aspek emansipasi, perempuan cukup diberi ruang dan kesempatan untuk bisa mengaktualisasikan diri, mengembangkan diri pada semua bidang bukan hanya bidang-bidang tertentu saja,”sebut mantan Camat Alok ini.

Martha  melihat ada kesetaraan disini, dimana orang mulai menghargai kapasitas perempuan bahkan ada jabatan tertentu orang melihat ternyata perempuan lebih bagus dimana dia lebih mampu menata manajemennya, bisa melakukan pendekatan-pendekatan dalam meaksanakana tugasnya dengan baik.

“Saya melihat saat ini para wanita sudah diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk maju, mengembangkan diri dan mengaktualisasikan diri,”sebutnya.

Namun ia juga tidak menampik bahwa masih ada di beberapa wilayah yang masyarakatnya masih memegang adat, emansipasi dianggap tidak terlalu penting serta dari aspek adat budaya juga masih kuat dan orang melihat ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Saat dipercaya menjabat camat Alok yang membawahi 13 kelurahan tahun 2003 Martha merasakan tantangannya sangat berat. Saat itu dirinya menjadi camat perempuan pertama dan banyak yang meragukan kemampuannya memimpin wilayah padahal dia dibekali dasar pendidikan yang cukup terkait pemerintahan.

Tapi saat itu masih ada yang mengganggap karyanya belum maksimal meskipun dirinya bisa memproses pemekaran kecamatan Alok menjadi tiga kecamatan dan juga pemekaran desa-desanya.

“Saya dapat membebaskan lahan untuk pembangunan jalan lingkar luar Maumere, memindahan pasar hewan dan pasar bambu ke pasar Alok yang merupakan pasar terbesar, ini tantangan yang luar biasa,” ucapnya mengenang salah satu prestasi dari beberapa raihannya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Lihat juga...