KAMIS, 9 MARET 2017
LAMPUNG — Sebuah tabung uap air di tempat pembuatan kerupuk milik Dedi Irawan (34) di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan meledak sekitar pukul 06:00 WIB, Kamis (9/3/2017). Akibat kejadian tersebut, dua rumah rusak.
![]() |
| Sebagian atap bangunan dan dinding batu bata yang rusak pasca ledakan tabung uap air |
Salah satu saksi mata yang juga pekerja, Andi menyebutkan, peristiwa terjadi saat dirinya bersama yang lain tengah mempersiapkan kerupuk mentah yang telah dicetak dan akan melakukan proses perebusan menggunakan uap air di belakang bangunan utama.
“Tiba-tiba ledakan besar terjadi dengan suara keras dan mengakibatkan bangunan tempat meletakkan tabung uap air di bagian dapur terpental dan menghancurkan kayu, atap asbes. Bahkan dandang besar tersebut terpental hingga 100 meter dan pipa besi juga terpental sejauh 75 meter,”sebutnya di lokasi kejadian, Kamis (9/3/2017).
Andi menyebutkan, suara ledakan terdengar hingga radius 600 meter dan sempat mengejutkan warga. Beruntung saat kejadian tersebut para pekerja tengah berada di ruangan depan sehingga tidak ada korban.
![]() |
| Proses evakuasi tabung uap air yang menimpa rumah warga lain |
Ledakan tersebut juga mengakibatkan material tabung terlempar hampir sejauh 100 meter dan menimpa bagian belakang rumah Sutini (34). Ratusan genteng pecah berantakan dan juga merusak jaringan pipa pvc yang dipergunakan untuk memompa air.
“Saya sedang membuat minuman di belakang dan mendengar suara ledakan keras disusul dengan benda yang jatuh di belakang rumah. Saat keluar, genteng sudah rusak dan bagian sumur hancur tertimpa tungku besar,”ungkap Sutini.
Sementara itu, Sekretaris Desa Pasuruan M. Asmiharto mengatakan, ia sudah melihat langsung lokasi kejadian. Insiden yang terjadi dan merusak rumah warganya tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan.
“Sudah kita cek dan untuk penanganan selanjutnya karena ini musibah selama masih bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, kerusakan rumah warga lain akan ditanggung oleh pemilik pabrik,”terang M.Asmiharto.
Isteri pemilik pembuatan kerupuk, Teteh menyebutkan, kerugian akibat insiden meledaknya tabung uap air untuk perebusan kerupuk tersebut diestimasikan mencapai 10 juta. Selain karena seluruh bangunan bagian belakang hancur, peralatan instalasi perebusan yang rusak, tabung uap air yang menimpa rumah warga lain diakuinya tetap harus diganti.
Pasca meledaknya tabung uap air tersebut sementara waktu produksi kerupuk rasa ikan yang ditekuni selama beberapa tahun tersebut dihentikan hingga waktu yang belum diketahui dan sebagian pekerja yang akan melakukan proses perebusan bahan kerupuk terpaksa memasukkan bahan kerupuk dari tepung ke dalam karung untuk diolah kembali.
“Suami dalam perjalanan pulang setelah mengirim kerupuk, saat ini sementara aktifitas dihentikan sambil membereskan kerusakan yang terjadi karena tanpa tabung uap air untuk merebus kami tidak bisa membuat kerupuk,”ungkap Teteh.
![]() |
| Dinding jebol dan atap berantakan |
Pantauan Cendana News, warga yang terkejut dengan suara ledakan pada pagi hari tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Sebagian warga bahkan ikut membantu mengevakuasi tabung berbobot sekitar 50 kilogram dengan diameter hampir 100 centimeter yang juga dibantu petugas keamanan dari PT LGM yang bekerja tak jauh dari lokasi kejadian.
Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

