Keterbatasan Tidak Halangi Siswa SDN 1 Pasuruan Berprestasi di Bidang Olahraga

JUMAT 10 MARET 2017

LAMPUNG — Kegiatan olahraga yang digelar oleh setiap sekolah pada setiap hari Jumat dengan kegiatan senam kesegaran jasmani (SKJ) diikuti secara antusias oleh seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pasuruan. Dewan guru, siswa kelas 1 hingga kelas 6 terlihat antusias mengikuti iringan musik dan dipandu oleh beberapa siswa di bagian depan. Menurut guru olahraga SDN 1 Pasuruan, Sukri (45) kegiatan yang dilakukan setiap Jumat melibatkan seluruh siswa dan guru. 
Fadil (kiri) dan kembarannya Fauzan (kanan) mnengikuti senam kesegaran jasmani.
Di antara siswa yang mengikuti senam kesegaran jasmani tersebut terdapat dua siswa kembar bernama Fadil dan Fauzan. Sejatinya dua siswa tersebut merupakan kembar tiga yang lahir secara bersamaan dengan nama Fadil Juanda Laksana (11), Fikri Julianda Laksana (11) dan Fauzan Julianda Laksana (11).

Kedua siswa tersebut cukup menonjol dibidang olahraga dan akademik ditunjukkan dengan prestasinya saat mengikuti kegiatan perlombaan antar siswa SD dalam ajang olimpiade olahraga dan seni nasional (O2SN). Fadil Juanda Laksana yang masih duduk di bangku sekolah kelas 5 tersebut berhasil menyabet juara pertama untuk bidang olahraga renang.

Sementara Fauzan Julianda Laksana mengikuti kejuaraan lomba O2SN dalam bidang mata studi melukis. Fauzan menyisihkan siswa dari sekolah lain dan bisa melaju ke babak penyisihan O2SN antar wilayah pada Senin (13/3/2017) mendatang.

“Piala dan piagam penghargaan sudah saya peroleh tapi nanti masih harus bertanding renang lagi untuk bisa mengikuti kejuaraan lomba renang di tingkat kabupaten,” ungkap Fauzan saat ditemui Cendana News seusai melalukan senam kesegaran jasmani di sekolahnya, Jumat (10/3/2017).

Lahir dan besar bersama kembarannya membuat ketiganya sulit dibedakan karena hampir identik. Beberapa guru bahkan mengakui sulit membedakan saat ketiganya bersekolah di sekolah yang sama. Namun saat akan memasuki sekolah ke jenjang selanjutnya, tepatnya saat kelas 1 SD, sang kembar nomer dua bernama Fikri Julianda Laksana dibawa Sang Paman ke Mojokerto Jawa Timur untuk melanjutkan sekolah di sana. Tinggalah di SDN 1 Pasuruan tersebut hanya dua orang. Putera dari Budi (30) dan Sapta (29) tersebut merupakan anak dari keluarga yang tinggal tak jauh dari sekolah tersebut.

Meski terlahir sebagai kembar tiga, Fadil, Fikri dan Fauzan sehari hari ikut bersama kakek dan neneknya.  Kedua orangtuanya memiliki tiga orang anak setelah kembar tiga lahir di antaranya Fika Lista Alena (8) yang duduk di kelas 3 SD, Chery Alena kurniawan (5) yang duduk di bangku Taman Kanak Kanak (TK) dan Rama Yosenizar Kurniawan (3) yang belum bersekolah. Kondisi ekonomi dengan banyaknya anak tersebut membuat salah satu kembar tiga tersebut dibesarkan oleh salah satu keluarganya di Mojokerto Jawa Timur untuk meringankan beban orangtua.

Kondisi tersebut dibenarkan Sukri, guru olahraga yang juga menjadi pengajar bagi Fadil dan berhasil memenangkan juara renang putra pada ajang O2SN tahun 2017 dengan meraih juara 1 dan berhasil memboyong piala dan piagam penghargaan. Sukri mengungkapkan prestasi kembar dua yang tersisa di sekolah tersebut memiliki perbedaan, sang kakak di bidang olahraga,

sementara sang adik di bidang kesenian. Meski demikian pihak sekolah terus memberi dukungan kepada keduanya untuk terus berprestasi tanpa memandang kondisi keluarganya yang ada dalam keterbatasan.

“Keduanya terkadang harus berjualan di sekolah diantaranya berjualan kue untuk keperluan sekolahnya terutama karena orangtuanya juga memiliki tanggungan lima orang anak dan telah menikah dua kali sehingga kembar tersebut kurang mendapat perhatian,” terang Sukri.

Giat berlatih renang awalnya di sungai, lalu mencoba melakukan latihan di kolam renang membuat Fadil berhasil menyabet juara 1 dibidang olahraga renang. Fadil dan Fauzan yang nyaris terkadang tak bisa dibedakan tersebut. Kecuali  warna rambut khusus untuk Fadil lebih pirang, sementara Fauzan memiliki rambut hitam berharap.  

Fadli dalam kejuaraan renang yang akan digelar antar wilayah (antar kecamatan) dirinya bisa menyisihkan perenang lain dari beberapa wilayah untuk bisa melaju ke tingkat kabupaten bahkan hingga provinsi. Giat berlatih setiap hari meski hanya di sungai membuat Fadil bisa mengasah kemampuannya di bidang renang dan menarget bisa memperoleh juara satu dan memboyong piala kembali.
Cacat Tangan Kiri, Prestasi Kavinis Putih Jago Bulu Tangkis
Siswa berprestasi lain yang memiliki prestasi dibidang olahraga bulu tangkis bernama  Kavinis Putih Sekarlangit Parung Kujang (10) siswa kelas 5 yang memperoleh juara 3 O2SN tersebut juga memiliki prestasi yang cukup membanggakan bagi sekolahnya. Meski memiliki keterbatasan pada tangan sebelah kiri yang menyulitkannya melakukan service saat olahraga bulu tangkis namun tetap berhasil merebut juara tiga cabang olahraga bulu tangkis putri.
Ayu peraih juara 1 karate putri, Kavinis peraih juara 3 bulutangkis putri dan Fadil juara 1 renang putra dari SDN 1 Pasuruan.
Sang guru olahraga sekaligus pelatih, Sukri, mengungkapkan Kavinis yang memiliki disabilitas pada tangan bagian kiri tidak membuatnya minder. Aktivitas harian yang dominan dilakukan dengan menggunakan tangan kanan akibat keterbatasan kondisi tangan kiri dibawa sejak lahir tak lantas membuatnya putus asa dan terus berlatih dalam bidang olahraga bulu tangkis. Sukri bahkan mengungkapkan panitia bidang olahraga O2SN tingkat Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan sempat akan mendisfikualifikasi karena kondisi keterbatasan fisik tersebut meski akhirnya Kavinis bisa memperoleh juara tiga.

“Saya tidak minder yang penting saya bisa membawa piala untuk sekolah dan tetap akan berlatih jika ada ajang olahraga bulu tangkis saya akan tetap ikut,” ungkap Kavinis puteri dari Abdulrahman dan Zubaidah tersebut.

Kavinis yang tinggal bersama kedua orangtuanya meski hanya menumpang di salah satu rumah warga lain mengaku ingin membahagiakan orangtuanya meski memiliki kondisi fisik yang tak sempurna. Ia bahkan tetap melakukan aktivitas bersama kawan kawan sebayanya mengikuti senam kesegaran jasmani dan mengikuti berbagai kegiatan olahraga bersama kawan yang bersahabat tanpa memandang kekurangan fisik yang dimiliki Kavinis.

Siswa berprestasi lain yang ikut menyumbang juara pertama dalam bidang olahraga karate bernama Kurniawati Rahayu (10) dan duduk di kelas 4. Meski lebih beruntung dibanding siswa siswa lain yang berprestasi dibidang olahraga dengan kondisi keluarga yang lebih baik, putra dari Sukri dan Faryati ini juga ikut menyumbang prestasi bagi sekolahnya dengan memboyong piala dan piagam penghargaan.

Berhasil memperolah prestasi juara 1 membuatnya bisa melaju ke babak pertandingan antar wilayah yang masih akan diikutinya pekan depan. Ayu yang berprestasi dalam bidang olahraga karate putri tersebut mengaku giat berlatih dan kini mengajak teman teman lain menggemari olahraga karate.

“Kuncinya terus berlatih terutama sebentar lagi harus mengikuti kejuaraan karate putri untuk tingkat wilayah setelah sebelumnya sudah antar rayon,”ungkap Ayu.

Sukri, sang ayah yang sekaligus guru olahraga di SDN 1 Pasuruan tersebut mengaku terus melatih anak anak didiknya terutama yang menjuarai berbagai bidang olahraga yang dipertandingkan dalam O2SN. Ia mengungkapkan berbagai prestasi tersebut merupakan kebanggaan bagi siswa dan sekolah dan bisa menjadi bagian pengembangan kepribadian siswa terutama siswa yang memiliki kekurangan fisik dan keterbatasan dalam keluarga. 

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Lihat juga...