SENIN, 13 MARET 2017
MAUMERE — Jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Kabupaten Sikka sejak tahun 2015 dan tahun 2016 terus mengalami peningkatan sehingga diperlukan dukungan semua pihak agar jumlah kunjungan wisatawan tak menyusut.
![]() |
| Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera, saat menyaksikan penandatanganan surat keputusan pelantikan pengurus. |
Demikian disampaikan Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, saat melantik pengurus TMO (Tourism Management Organization) Sikka Madawat, masa bakti 2017–2021 dan pengurus DPD Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata) Kabupaten Sikka, periode 2016–2020 di aula Hotel Sao Wisata, Senin (13/3/2017).
Dikatakan Ansar, jumlah kunjungan di tahun 2015 sebanyak 22.789 wisatawan dan di tahun 2016 meningkat menjadi 28.266 wisatawan. Sedangkan jumlah belanja wisatawan Nusantara untuk tahun 2015 sebesar Rp10,66 miliar dan wisatawan mancanegara sebanyak Rp29.71 miliar, naik menjadi Rp31,54 miliar untuk wisatawan Nusantara dan Rp132,021 miliar untuk wisatawan asing di tahun 2016.
“Mari kita satukan tekad dan kebersamaan melalui organisasi yang ada ini. Kita bersama menata obyek wisata, baik dalam upaya promosi pariwisata dan juga jalin sinergisitas yang baik dalam rangka promosi pariwisata,” ujarnya.
Ansar, sapaannya, meyakini perkembangan pariwisata di Kabupaten Sikka tahap demi tahap akan meningkat sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang dan dirinya berupaya menjadikan pariwisata salah satu sektor unggulan yang harus diupayakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Harus ada dukungan dari semua pihak dan di samping itu harus diupayakan kerja sama dan sinergisitas yang baik antarsektor maupun antardestinasi sehingga pengembangan pariwisata dapat berjalan dengan baik,” pintanya.
Wakil Swiss Contact Project Pariwisata, Denpasar Steven Siwu, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sikka atas dukungan kepengurusan organisasi TMO yang baru. Sepanjang tahun sebelumnya, program ini diawali dengan kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan SECO untuk mendukung pengembangan pariwisata di semua destinasi di seluruh Indonesia. Khususnya kerja sama dengan Swiss Contact Project, termasuk beberapa destinasi pariwisata di Flores.
“TMO dan Asita akan menjadi mitra kerja dari pemerintah dalam upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Sikka. Pada 1980-an, daerah ini merupakan salah satu daerah yang sangat maju pariwisatanya dan boleh dibilang lebih dulu dari kabupaten lain,” sebutnya.
Sekretaris Asita NTT, Jetty Abineno Masu, mengatakan, hakikat dan keberadaan organisasi Asita untuk meningkatkan peran anggota Asita sebagai pelaku utama pariwisata nasional, penghasil devisa, dan peningkatan pendapatan pengurus dengan menjadikan usahanya berdaya saing global.
Oleh karena itu, sebagai pengurus daerah, kata Jetty, dirinya sangat menyambut gembira pembentukan DPC Asita di Kabupaten Sikka karena dengan adanya kepengurusan DPC Asita bisa memudahkan komunikasi dan kerja sama antara anggota Asita termasuk penjualan paket-paket wisata.
“Mari kita bergandengan tangan memajukan pariwisata. Konsep kita tidak lokal tapi konsep kita global. Kita jangan hanya menjual Flores karena di NTT bukan hanya Flores dan Kupang, tapi seluruh destinasi di daerah ini,” harapnya.
Untuk diketahui, susunan kepengurusan TMO Sikka Madawat, diketuai Ben Marianus, wakil ketua Konradus Rindu, sekretaris D’Gama Gerardus, dan bendahara Maria Angelina Mabu Seda. Sementara untuk kepengurusan Asita Sikka, penasehat Heribertus Adjo dan Dominggus M. Koro dengan pengurus Konradus Rindu, Herman Kiswanto, D’Gama Gerardus Enci Florensia, Maria Anjelina Mbu Seda dan Maria Goreti serta beberapa ketua bidang lainnya.
| Para pengurus TMO dan Asita Kabupaten Sikka yang baru dilantik. |
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Kensius Didimus, Sekretaris Asita NTT Jetty Abineno Masu, Direktur Pelaksana DMO Flores Andreas Dhenameda, Wakil Swiss Contact Project Pariwisata Steven Siwu, dan pelaku-pelaku pariwisata serta para pengurus TMO dan Asita.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary