Jembatan Penghubung Boyolali – Candi Borobudur Magelang, Ambrol

SENIN, 6 MARET 2017

SOLO — Diduga akibat tak kuat diterjang banjir lahar dingin Gunung Merapi, jembatan penghubung antara Kabupaten Boyolali menuju obyek wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, ambrol. Karena membahayakan, pihak kepolisian Boyolali menutup total akses jalur yang jalan provinsi tersebut. 

Jembatan penghubung Boyolali-Magelang yang putus.

Sejumlah warga sekitar menyebut, ambrolnya setengah jembatan Grawah yang berada di Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Boyolali itu  terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi saat itu wilayah hulu sungai yang mengalir dari Gunung Merapi hujan lebat, dan mengakibatkan banjir meterial batu besar. “Sebelum ambrol, di wilayah atas memang hujan deras hingga mengakibatkan banjir material bebatuan. Mungkin karena pondasi jembatan tergerus batu besar hingga jembatan putus,” ucap Puji, Senin (6/3/2017).  

Dikatakan Puji, jembatan yang putus merupakan satu-satunya akses penghubung dari Boyolali menuju obyek Wisata Candi Borobudur. Jembatan yang ambrol itu dibangun pada 1998, yang beberapa tahun terakhir juga dilakukan pembenahan. “Nah, yang ambrol ini posisinya jembatan yang lama, yang dibangun 1998,” kata warga Cepogo tersebut.

Beruntung, saat kejadian putusnya setengah dari jembatan itu kondisi jalan sedang sepi, sehingga tak menimbulkan korban jiwa. Kendati demikian, pasca ambrolnya jembatan itu warga  merasa kesulitan karena harus memutar jauh hingga lebih dari 10 kilometer. Tak hanya jauh, putusnya jembatan itu juga memutus jalur ekonomi warga, yang setiap hari berjualan sayur di Pasar Cepogo. “Banyak warga yang harus memutar lewat kampung, jaraknya sangat jauh,” imbuh  Puji.

Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Marlin

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Marlin, menjelaskan, untuk keamanan warga, jalur penghubung Boyolali-Magelang itu terpaksa ditutup total. Sebab, jika tetap diperbolehkan, jembatan yang hanya tinggal separo itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan. “Terlebih bagi orang luar kota, kalau tidak tahu bisa jatuh ke sungai,” jelasnya.

Disebutkan, panjang jembatan yang putus akibat diterjang banjir lahan dingin itu mencapai 30 meter dengan lebar 10 meter. Setengah pondasi jembatan itu telah habis terbawa arus sungai yang deras saat banjir. “Sedangkan kedalaman sungai sendiri mencapai dua puluh meter dari jembatan,” tambah Marlin.

Marlin menambahkan, untuk sementara arus lalu-lintas dari Solo maupun Boyolali yang menuju Magelang atau sebaliknya dialihkan. Untuk berjaga-jaga, polisi dibantu warga memasang pembatas jalan dari alat seadanya. “Dibantu warga, kita pasang portal dari kayu maupun bambu, agar jembatan ini tidak dilewati warga,” pungkasnya.

Jurnalis: Harun Alrosid/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Harun Alrosid

Lihat juga...