Indonesia Dukung Bantu Pembangunan Infrastruktur di Afrika

RABU, 22 MARET 2017

JAKARTA — Pemerintah Indonesia mendukung dan mendorong agar negara-negara yang tergabung dalam Anggota G-20 membahas tentang program Compact with Africa, salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan negara yang masih tertinggal, khususnya negara di wilayah benua Afrika.

Sri Mulyani Indrawati (kiri), Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Demikian pernyataan resmi yang disampaikan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, setelah mengikuti acara pertemuan Menteri Kuanggan dan juga Gubernur Bank Sentral negara-negara Anggota G-20 di Kota Baden-Baden, Jerman.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung Kementerian Perekonomian (Kemenkeu) Republik Indonesia di Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa persnya sempat menjelaskan panjang lebar terkait seputar hasil pertemuan G-20 di Baden-Baden, Jerman.

Sementara itu tujuan utama pelaksanaan program Compact with Afrika adalah untuk lebih meningkatkan kerja sama khususnya di bidang investasi terkait dengan infrastruktur dan juga perbaikan kualitas ketenagakerjaan. Salah satu sebabnya karena masih banyak negara di Afrika yang masih tertinggal dan berada di garis kemiskinan.

“Pemerintah Indonesia mendorong dan mendukung program Compact with Africa, karena Indonesia dan negara-negara di benua Afrika memiliki kesamaan sejarah sebagai negara-negara pencetus Konferensi Asia-Afrika dan juga Gerakan Non Blok. Selain itu, benua Afrika secara demografi memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat besar karena berpenduduk lebih dari 600 juta orang, dengan demikian perbaikan ekonomi di Afrika sangat penting,” kata Sri Mulyani Indrawati di kantornya, Rabu (22/3/2017).

Saat ini Pemerintah Indonesia berusaha dan mendorong serta memberikan dukungan kepada negara-negara yang tergabung dalam Anggota G-20 untuk ikut peduli dan memperhatikan terutama terkait dengan pembangunan infrastruktur di Afrika. Saat ini masih banyak negara di benua Afrika yang masih tertinggal dalam segala hal apabila dibandingkan dengan negara-negara di benua lainnya.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Lihat juga...