SELASA, 21 MARET 2017
LAMPUNG — Peringati Hari Hutan Sedunia setiap 21 Maret, berbagai elemen masyarakat di Desa Pasir Sakti, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, melakukan aksi penanaman mangrove.
![]() |
| Penanaman mangrove oleh berbagai elemen masyarakat, |
Aksi yang digelar oleh berbagai elemen masyarakat tersebut, menurut Warto (45), Kepala Desa Pasir Sakti, dilakukan sebagai upaya melestarikan sabuk hijau (green belt) kawasan pesisir pantai timur Lampung yang menghadap ke laut Jawa dan sekaligus menjadi kawasan konservasi mangrove yang berhadapan dengan wilayah pemukiman penduduk. Warto mengungkapkan, mengajak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai organisasi di antaranya Pramuka untuk ikut melakukan proses penanaman bertepatan dengan peringatan Hari Hutan Sedunia.
Warto juga menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan kali pertama. Melainkan menjadi kegiatan rutin desa tersebut. Sebab kegiatan yang dilakukan triwulan atau tiga bulan sekali tersebut, untuk melakukan “penyulaman” atau menanam bibit di bagian lahan yang tiga bulan sebelumnya sudah ditanami mangrove. Sehingga tanaman mangrove yang tidak hidup atau pertumbuhannya tidak sempurna bisa diganti dengan yang baru. Meski harus kotor dalam lumpur untuk menanam mangrove, sebagian peserta, menurut Warto, terlihat antusias ditambah harapannya ke depan, wilayah tersebut bisa dijadikan kawasan wisata konservasi mangrove dengan luasan lahan puluhan hektar yang belum ditanami mangrove baru.
“Kawasan ini bersebelahan dengan kawasan hutan mangrove yang terlebih dahulu dikonservasi di bagian lain dan masih masuk Kecamatan Pasir Sakti. Harapannya agar hutan mangrove bisa kembali memberi manfaat bagi masyarakat,” terang Kepala Desa Pasir Sakti, Warto, saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa siang (21/3/2017).
Warto menerangkan, pada tahap pertama penanaman mangrove tiga bulan sebelumnya, penanaman dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen terutama anggota Pramuka Saka Wana Bhakti. Sebanyak 500 bibit mangrove telah ditanam pada tahap pertama. Sementara, pada tahap triwulan kedua ini, sebanyak 800 bibit mangrove ditanam melibatkan gerakan Pramuka di antaranya dewan kerja ambalan dan melibatkan berbagai siswa sekolah lain khususnya kelas X dan XI yang sedang berlibur karena kelas XII sedang menjalankan ujian sekolah berbasis nasional (USBN).
Sebagai bentuk melatih karakter siswa untuk peduli lingkungan, kegiatan tersebut juga mewajibkan setiap peserta menanam sebanyak 5 pohon. Sementara itu, Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kepolisian Sektor Pasir Sakti, Polres Lampung Timur, Brigadir Antoni yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku, sangat mendukung langkah masyarakat dalam hal ini pihak Desa Pasir Sakti melakukan konservasi mangrove.
“Kalau kawasan ini menjadi hutan, maka nanti akan banyak satwa, ikan, rajungan, udang, kepiting yang berdatangan dan bisa menjadi tambahan penghasilan bagi warga,” terang Antoni.
Selanjutnya, jika kawasan tersebut sudah menjadi hijau seperti halnya kawasan mangrove lainnya di wilayah Lampung Timur bisa dijadikan kawasan wisata mangrove. Sebab, ia mengungkapkan, kontur pantai di wilayah pesisir timur Lampung sebagian merupakan kawasan pantai berlumpur yang menjadi habitat pertumbuhan mangrove.
Salah satu anggota pramuka Saka Wana Bhakti dari SMK PGRI Pasir Sakti, Andi, mengungkapkan, khusus untuk anggota Pramuka dari Saka Wana Bakti, diakuinya telah mulai melakukan upaya konservasi di sejumlah wilayah di Kecamatan Pasir Sakti. Selain kawasan mangrove tersebut, menurut Andi, upaya untuk mengembalikan kondisi alam yang baik juga dilakukan di sejumlah bekas tambang pasir di kawasan tersebut. Berbeda dengan kawasan pesisir, di wilayah bekas tambang pasir sebagian besar ditanami berbagai tanaman buah-buahan seperti mangga, alpukat serta cemara untuk menghijaukan kawasan bekas tambang pasir.
“Kegiatan yang kami lakukan melibatkan masyarakat dan kami sebagai anggota pramuka yang khusus di bidang kehutanan selalu mengajak masyarakat menjaga kondisi hutan yang sangat berguna untuk masyarakat,” terang Andi.
![]() |
| Andi (paling kanan) dan anggota Pramuka Saka Wana Bhakti. |
Andi bahkan mengaku, kegiatan triwulanan penanaman mangrove oleh Desa Pasir Sakti merupakan langkah yang positif terutama wilayah yang dikonservasi merupakan wilayah yang berdekatan dengan pantai. Penanaman mangrove, selain bisa menghijaukan pesisir, juga bisa menjadi penahan angin dan gelombang terutama saat musim cuaca buruk dan tanaman mangrove yang besar bisa menjadi benteng alam akibat terjangan ombak serta angin dari laut.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
