JAKARTA—Sebagai salah seorang staf ahli Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) di Universitas Pancasila,Farida Yusni N, SH, mempunyai tugas mensosialisasikan setiap program pemberdayaan masyarakat. Perempuan kelahiran Bogor 40 tahun yang lalu kerap turun menelisik jauh ke kantong-kantong pemukiman penduduk dari pusat kota sampai pinggiran Jakarta.
![]() |
| Farida Yusni. |
Dari kegiatannya inilah dia menemukan serta semakin yakin bahwa peran seorang perempuan sangat besar di dalam sebuah keluarga. “Dalam meluncurkan setiap program pemberdayaan, kami selalu dibantu oleh organisasi sosial bernama PKK yang anggotanyapara ibu rumah tangga. Tanpa terasa, mereka menjadi tulang punggung dari merintis hingga berhasilnya program kami,” kenang Farida.
Para ibu rumah tangga yang pernah ditemui Farida begitu aktif dan kreatif. Selain mengurus rumah tangga, mereka jugamenata kehidupan masyarakat sekitarnya. Terkadang satu perempuan anggota PKK bisa mengikuti banyak kegiatan sosial kemasyarakatan, misalnya Posyandu, Koperasi, dan lain sebagainya.
Menurut Farida banyak dinamika yang harus dihadapi para ibu PKK penggerak kegiatan masyarakat tersebut, baik seorang dirimaupun bersama keluarganya. Menurut Farida, Perempuan itu membantu suami dengan menciptakan peluang pendapatan tambahan keluarga atau sejenisnya. Terlebih jika sudah menyandang status sebagai seorang ibu rumah tangga, dia harus mampu menempatkan diri serta menjalankan fungsi sebagai seorang isteri bagi suami sekaligus ibu bagi anak-anaknya.
Seorang perempuan mandiri pandai melihat peluang dan pandai memanfaatkan kesempatan apapun yang terbuka di hadapannya.Tantangan seorang ibu rumah tangga biasanya muncul dari aspek penguatan ekonomi keluarga. Misalnya, bagaimana dia mengaturpenghasilan suami agar cukup untuk kebutuhan sehari-hari dalam satu bulan.
Dengan mencapai kemandirian sebagai ibu rumah tangga, kelak seorang perempuan yakin akan langkah apa yang harus diambilnyasetiap hari. Dia juga bisa fokus dengan apa yang dikerjakan, terutama jika berkaitan dengan pendapatan tambahan keluarga.Untuk menyempurnakan kemandirian seorang ibu rumah tangga di tengah masyarakat, LPPM Universitas Pancasila selalu menjadi partner beberapa perusahaan maupun yayasan.
LPPM mensosialisasikan sekaligus mengedukasikan mekanisme program-program mereka, khususnya pinjaman bunga ringan sebagai permodalan usaha mikro.mensosialisasikan sekaligus mengedukasikan mekanisme program-program mereka, khususnya pinjaman bunga ringan sebagai permodalan usaha mikro.
“Dengan menjadi anggota dari program pinjaman lunak itulah kejelian seorang ibu rumah tangga dipertaruhkan dalam mengelolamodal usaha tersebut dengan menjalankan usaha kecil-kecilan di rumah untuk meringankan beban suami sekaligus menabung.Semua bisa dilakukan, dari berjualan kue dan jenis kuliner lainnya, atau usaha apapun. Inilah yang coba saya tanamkan kepada setiap ibu rumah tangga yang saya temui,” ujar ibu dari satu anak
Berbicara soal perempuan, Sarjana Hukum dari Universitas Pancasila ini menyebut potret perempuan nusantara terkenal dengan sisi pribadi mereka yang tegar dan pekerja keras sejak dahulu kala. Namun tetap butuh bimbingan agar dapat memberdayakan segala potensi yang mereka miliki.
“Jika seorang perempuan berhasil menggali potensi diri kemudian mempraktekkannya untuk pribadi, keluarga serta lebih besar lagi untuk masyarakat, saat itulah dia menyadari bahwa perempuan memiliki peran yang sama besar dengan kaum laki-laki,” pungkas Farida.
Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechelle Kougaw