RABU, 8 MARET 2017
MALANG — Sempat lama mati suri, tahun 2004 kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Nusa Indah kembali bergeliat untuk memberdayakan perempuan. KWT yang berada di jalan Rajawali, Kelurahan Sukun Kota Malang saat ini memproduksi berbagai olahan makanan berbahan buah sukun.
![]() |
| Ibu Siti Iftikah dan Ibu Ratna (dua tengah) |
“Sesuai dengan nama daerahnya, kami ingin mengangkatnya menjadi ikon di wilayah ini dengan mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar buah sukun,” jelas sekretaris KWT Nusa Indah, Ratna kepada Cendana News, Rabu (8/3/2017).
“Selain itu juga sebagai salah satu bentuk tindak dari program Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) yakni program penanaman 500 pohon sukun,”sambungnya.
![]() |
| Green house KWT Nusa Indah |
Ratna menjelaskan, untuk membuat olahan makanan dari sukun, KWT Nusa Indah juga bekerjasama dengan Pokja III PKK kelurahan. Produk olahan tersebut di antaranya keripik, brownis, lumpur dan bakpia.
Lebih lanjut Ratna menyampaikan, KWT Nusa Indah tidak hanya membuat olahan sukun saja tetapi juga berhasil memproduksi minuman dari berbagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) seperti minuman Jasenda (jahe, sere dan pandan) maupun minuman terbuat dari rosella dan belimbing sayur.
“Untuk pemasaran dari produk-produk tersebut biasanya selai lewat acara pameran juga di pasarkan setiap minggunya di Pasar Tani di Lapangan Rampal,” ungkapnya.
![]() |
| Siti Iftikah menunjukkan budidaya anggrek |
Disebutkan, saat ini anggota KWT Nusa Indah berjumlah kurang lebih 25 orang yang juga terdiri dari tiga orang laki-laki yang menjabat sebagai manager pemasaran dan pembibitan tanaman. Selain itu, pihaknya juga berpartisipasi di gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang memproduksi tanaman organik.
Sesuai dengan komitmen, mereka menghadirkan sayuran yang bermanfaat dan menyehatkan masyarakat. Sehingga semua tanaman yang ditanam khususnya sayuran merupakan produk 100 persen organik.
“Untuk sayuran organik biasanya kami kirim ke pabrik bubur bayi yang ada di Sidoarjo. Kemudian sisanya di pasarkan di supermarket dan di jual ke masyarakat umum,” terangnya.
Sementara itu, Siti Iftikah, Ketua KWT Nusa Indah menyebutkan, pihaknya juga menjual bibit tanaman, media tanam dan juga pupuk organik serta tanaman hias terutama anggrek dan palem. Menurutnya untuk merawat tanaman anggrek di butuhkan ketelatenan yang lebih.
“Tanaman anggrek merupakan tanaman yang rentan terhadap penyakit sehingga dibutuhkan perawatan yang ekstra,” tuturnya.
![]() |
| Tanaman organik di KWT Nusa Indah |
Untuk itu Siti memproduksi sendiri pupuk organik dari air kelapa yang diberi nama ‘pupuk subur’ yang memiliki kandungan asam amino dan terdiri dari 11 unsur.
“Pupuk subur ini tidak hanya untuk anggrek saja, tetapi juga baik diaplikasikan kepada tanama hias lainnya dan tanaman sayur,” ungkapnya. Untuk satu botol berisi 0,5 liter pupuk subur dijual dengan harga 15 ribu rupiah.
Masih menurut Siti, untuk merawat Anggrek juga dapat digunakan kulit pisang.
“Jadi bagian dalam kulit pisang tinggal di taruh di akar-akarnya sehingga Anggrek akan bisa lebih cepat berbunga,” pungkasnya.
Jurnalis : Agus Nurchaliq / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq


