CIAMIS — Rumah yang dihuni Yoyo (47) bersama Adah (50) warga di Dusun Ciparakan, RT 03 RW 01, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk akibat diguyur hujan deras sejak, Rabu (01/03) dini hari hingga pagi tadi.
| Kasi Trantib Kecamatan Pamarican, Yanto Rusyana, sedang meninjau rumah yang rusak. |
Ambruknya rumah tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, sebelum kejadian rumah korban yang berada tepat di pinngir hutan Geger Bentang tersebut, pernah juga menjadi korban banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu.
Saat ini rumah Yoyo, yang ditempati bersama kakak dari ibu kandungnya Adah, sudah ambruk. Bahkan rumah tersebut sudah menggunakan penyangga/tiang dari bambu, dan hampir seluruhnya terancam ambruk kembali. Pasalnya rumah tersebut kayu dan dinding-dindingya sudah lapuk, sehingga sudah tidak layak untuk ditempati.
Menurut tetangga korban, Ujang Suhara (40) mengatakan, kejadian tersebut akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada sore kemarin hingga tadi pagi. Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Suhara berharap, tetangga yang masih kerabatnya itu mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis, sebab korban tergolong warga tidak mampu, dan ibunya baru saja meninggal dunia.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Pamarican, Yanto Rusyana, yang ditemui di lokasi membenarkan kejadian itu. Pihaknya langsung melakukan pendataan kerugian materil yang dialami korban.
Menurut Yanto, pihaknya akan mengusulkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Ciamis, untuk memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan pokok, dan juga menyiapkan bantuan perbaikan rumah yang ambruk, namun masih harus ditaksir kerugiannya. Supaya rumah tersebut bisa ditempati lagi, pihaknya bersama warga, Pemerintah Desa, Babinmas dan Babinsa mengadakan kegiatan kerja bakti, guna meringankan beban korban.
Jurnalis: Baehaki Efendi / Editor: Satmoko / Foto: Baehaki Efendi