Di NTB, Koperasi Belum Mampu Berperan Maksimal

JUMAT, 3 MARET 2017

MATARAM — Keberadaan koperasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, belum memainkan peran maksimal dalam upaya pengentasan kemiskinan di tengah masyarakat. Manfaat dari keberadaan koperasi juga dinilai belum mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi NTB, Budi Soebagio

“Koperasi dibentuk sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu ekonomi masyarakat kecil dalam upaya mengentaskan kemiskinan, tapi dalam kenyataannya keberadaan koperasi di tengah masyarakat belakangan ini justru tidak banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Kepala Dinas Koperasi NTB, Budi Soebagio di Mataram, Jumat (3/3/2017).

Menurut Budi, hal tersebut terjadi karena sebagian koperasi orientasinya sudah tidak lagi berpegang teguh pada prinsip utama koperasi, yaitu membantu kesejahteraan masyarakat dan anggota berdasarkan azas musyawarah mufakat dan prinsip gotong-royong.

Sebagian koperasi orientasi justru mengarah pada bisnis dan sistem rentenir, sehingga tidak banyak diminati masyarakat, khususnya koperasi simpan pinjam. “Kalau ingin koperasi bisa memainkan peran dalam upaya pengentasan kemiskinan dan dekat dengan masyarakat, harus dikembalikan pada prinsip utamanya,” jelasnya.

Ia menambahkan, guna memaksimalkan dan mendorong lagi peran koperasi di tengah masyarakat, selain melakukan sosialisasi, Dinas Koperasi juga memberikan pelatihan kepada anggota koperasi yang ada mengenai tujuan dan prinsip utama didirikannya koperasi.

Jurnalis: Turmuzi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Turmuzi

Lihat juga...