KAMIS, 2 MARET 2017
LAMPUNG — Banjir limpasan Sungai Way Sekampung dan air pasang yang terus menggenangi perumahan warga di Dusun Umbul Besar Desa Bandaragung Kecamatan Sragi membuat warga yang semula masih bertahan akhirnya mengungsi. Beberapa warga yang tidak memiliki terpal akhirnya mulai mendirikan tenda dari hasil pinjaman ke warga lain dan dua unit tenda jenis dome milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah dioperasikan oleh BPBD Kabupaten Lampung Selatan.
![]() |
| Salah satu petugas BPBD Lamsel mengecek kebutuhan tenda bagi masyarakat |
Sekretaris Desa Bandaragung Kecamatan Sragi, Asikin mengatakan, semula warga yang mengungsi di tenda tenda pengungsian menggunakan tenda darurat berjumlah sekitar 8 kepala keluarga, namun akibat banjir yang belum surut hingga hari ke sembilan dan air banjir justru semakin meninggi membuat warga lain terpaksa mengungsi. Salah satu milik BPBD bahkan terpaksa ditempati dua keluarga akibat keterbatasan tenda pengungsian di tanggul penangkis.
Herman (34) dan Warti (32), satu keluarga yang membawa serta anaknya berusia sekitar 2 tahun yang ikut mengungsi bersama keluarga lainnya, Udin (40) dan Asmi (34) yang terpaksa mengungsi akibat ketinggian air mencapai 150 centimeter.
“Warga sebagian memang bertahan terutama yang memiliki rumah dengan dua lantai atau ketinggian air tidak menggenangi rumah, namun akhirnya banyak warga juga yang mengungsi karena air tak kunjung surut,”ungkap Asikin kepada Cendana News, Kamis (2/3/2017).
![]() |
| Perahu milik BNPB digunakan untuk distribusi bantuan air minum |
Berbagai bantuan untuk korban banjir di Dusun Umbul Besar Desa Bandaragung mulai berdatangan, diantaranya komunitas Paguyuban pengendara lintas Timur Sumatera (P2LTS) dan Kelabasan Zona Lookstyle (KZL) berupa bantuan sekitar 1,5 kuintal beras dan puluhan bungkus mie instan. Komunitas tersebut juga membagikan air bersih dengan jumlah rata rata 160 galon air mineral setiap tiga hari sekali.
Camat Kecamatan Sragi, Suwardi yang sebelumnya membagikan bantuan logistik berupa beras, ikan sarden, kecap dan mie instan mengapresiasi pihak-pihak yang telah melakukan kepedulian bagi korban banjir di wilayah tersebut. Ia bahkan mengungkapkan masih berencana untuk mengajukan bantuan ke Dinas Sosial Provinsi Lampung untuk membantu korban bencana banjir di wilayahnya.
“Bantuan yang dibagikan kemarin memang dari Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan namun kita tetap usahakan ada bantuan juga dari Dinas Sosial Provinsi,”ungkap Suwardi.
![]() |
| Suwardi (kiri) Camat Kecamatan Sragi da Asikin (lengan panjang) dalam pendistribusian bantuan |
Terkait kurangnya tenda untuk korban banjir, kepala seksi kedaruratan BPBD Lampung Selatan, Slamet menyebutkan, pihaknya telah menerjunkan personil untuk membangun satu unit tenda peleton berukuran besar yang bisa dipergunakan. Tenda peleton yang didirikan secara khusus didirikan di dekat Madrasah Ibtidaiyah (MI) Guppy 5 yang juga berdekatan dengan posko kesehatan dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan.
Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

