Akibat Pembangunan JTTS, Sejumlah Kantor Pelayanan Pindah Lokasi

RABU, 1 MARET 2017

LAMPUNG — Imbas pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar di STA 00 yang berada di wilayah PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni, membuat sejumlah kantor pelayanan beberapa instansi terpaksa harus berpindah lokasi. Beberapa lokasi yang sudah terlebih dahulu terimbas proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di antaranya kantor bea cukai, mess milik kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) Bakauheni sejak beberapa bulan lalu. Sementara itu proses pembangunan jalur masuk dari Tol Trans Sumatera menuju pintu pembelian tiket kendaraan (toll gate) yang ada di Pelabuhan Bakauheni pada awal Maret 2017 yang telah dimulai berimbas area Seaport Interdiction (SI) sebagai tempat pemeriksaan narkotika dan obat-obatan berbahaya oleh kepolisian terpaksa dibongkar sementara. Termasuk beberapa kantor pelayanan instansi lain.

Yus Yusuf SK (kanan).

Menurut Yus Yusuf SK, selaku General Affair PT Pembangunan Perumahan (PP Persero), proses pembuatan jalur jalan dari JTTS yang akan langsung menuju ke akses loket pembelian tiket dan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sedang dalam proses pembersihan lahan (land clearing). Beberapa alat berat tengah dikerahkan untuk pembersihan lahan.  Koordinasi telah dilakukan oleh pihak PT PP selaku pelaksana pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dengan PT ASDP Cabang Bakauheni, Polres Lampung Selatan dan instansi terkait.

“Hari ini kita lakukan pemantapan lagi meski sebelumnya proses pemindahan sementara beberapa kantor pelayanan telah dirapatkan dan pihak PP sementara membuatkan kantor pelayanan daurat tepat di pintu masuk pembelian tiket kendaraan,” ungkap Yus Yusuf SK, General Affair PT Pembangunan Perumahan (Persero) saat dikonfirmasi Cendana News di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Rabu (1/3/2017).

Edy Hermawan (kanan) General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni.

Yus Yusuf SK selaku General Affair PT Pembangunan Perumahan (Persero) yang langsung berkoordinasi dengan General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Edy Hermawan, Manager Operasional PT ASDP Cabang Bakauheni Yefri Hendri, serta Kapolres Lampung Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Ferdian Saputra bahkan mengungkapkan, proses pembangunan akses masuk dari Jalan Tol Trans Sumatera sementara akan menggusur beberapa kantor pelayanan. Namun, ungkap Yus Yusuf, selanjutnya setelah proses pembangunan akses jalan tersebut selesai, beberapa kantor pelayanan akan dibangun di tempat yang telah disediakan oleh PT ASDP Cabang Bakauheni.

Ditemui pada saat yang sama, General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Edy Hermawan mengungkapkan, pihak PT ASDP Cabang Bakauheni mendukung langkah pemerintah dalam proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera terutama titik nol JTTS yang berada di area milik PT ASDP Cabang Bakauheni. Proses pembangunan beberapa fasilitas penunjang yang akan segera diselesaikan di antaranya pembuatan jalur khusus untuk kendaraan yang keluar dari jalan tol dan berniat melanjutkan perjalanan menggunakan kapal roll on roll off (Roro) melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak Banten.

Eddy Hermawan, mengungkapkan, pemindahan beberapa kantor pelayanan tersebut masih bersifat sementara dan untuk penggantinya telah disiapkan kantor portabel terbuat dari kontainer tepat berada di depan pintu pembelian tiket kendaraan. Ia berharap dengan adanya proses pembangunan tersebut tidak mengganggu arus kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan Bakauheni dengan proses pengerjaan pembersihan lahan serta proses pembongkaran area Seaport Interdiction.

Alat berat berupa crane yang disiapkan  untuk memindahkan rangka baja.

“Khusus untuk akses keluar yang sudah dibangun oleh pihak pelaksana tol sudah bisa dilalui dan bahkan sudah bisa digunakan, sementara untuk akses dari jalan tol yang akan dibangun masih dalam tahap pembersihan lahan dan pembongkaran kantor lama,” terang Edy Hermawan.

Selain proses pembangunan akses jalan dari jalan tol langsung menuju ke pintu masuk pembelian tiket bagi kendaraan yang akan menyeberang menggunakan kapal, pihak PT ASDP juga tengah melakukan proses pembangunan dermaga VII yang sebelumnya merupakan pelabuhan plengsengan tepat di dekat dermaga I Pelabuhan Bakauheni. Ia mengungkapkan, proses pembangunan dermaga VII terus dilakukan bersamaan dengan proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera untuk kelancaran arus distribusi barang dan penumpang melalui lintasan Selat Sunda menggunakan kapal laut.

Pantauan Cendana News arus kendaraan yang keluar dari pelabuhan Bakauheni dan arus kendaraan yang akan masuk ke Pelabuhan Bakauheni saat ini telah terpisah oleh tiang fly over (jalan layang) yang akan menuju ke pintu pembelian tiket. Sejumlah alat berat bahkan telah dikerahkan untuk melakukan pembersihan lahan dan menggusur beberapa pohon untuk pelebaran akses jalan ke pintu masuk dan keluar Pelabuhan Bakauheni. Beberapa petugas juga mulai melakukan pemindahan pipa imbas dari pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang mengakibatkan pipa-pipa air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta tergusur.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...