JUMAT, 3 MARET 2017
MAUMERE — Sebanyak 1.515 di Kabupaten Sikka Provinsi NTT rusak akibat bencana bajir, abrasi, longsor dan angin kencang sejak bulan Desember 2016 hingga bulan Februari 2017, berdasarkan data yang masuk hingga akhir Februari 2017.
![]() |
| Rumah warga di Desa Dobo Nua Pu’u, Kecamatan Mego yang rusak akibat angin kencang Februari 2017. |
Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Drs. Muhammad Daeng Bakir kepada Cendana News di kantornya, Jumat (3/3/2017). Dikatakannya, berdasarkan data yang masuk dari berbagai desa di Kabupaten Sikka, BPBD sudah membuat rekap yang akan diteruskan ke pemerintah Kabupaten Sikka dan BNPB.
“Kami selalu perbaiki data dan sampai kemarin pun masih ada satu kepala desa yang datang memasukkan data kerusakan yang terjadi di wilayahnya akibat angin kencang bulan Februari 2017 lalu,” ujarnya.
Daeng Bakir menambahkan, BPBD Sikka pun sudah memasukkan surat permohonan ke Bupati Sikka agar bisa segera dicairkan dana tanggap darurat. Supaya pihaknya bisa turun menyalurkan bantuan bagi warga yang mengalami kerusakan rumah dan bangunan.
“Kami sudah buat surat dan mudah-mudahan dalam dua tiga hari ke depan sudah bisa dicairkan. Dana awal sebesar lima ratus juta rupiah sesuai permintaan dari BPBD Sikka berdasarkan data kerusakan,” ungkapnya.
Data yang didapat Cendana News dari BPBD Sikka menyebutkan, bencana angin kencang yang terjadi di bulan Desember 2016 menyebabkan 67 rumah yang dimiliki 67 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 354 mengalami kerusakan.
Sementara itu pada bulan Januari 2017 akibat abrasi di Kecamatan Kangae, 4 Rukun Tetangga (RT) yang berada persis di pesisir pantai terancam abrasi. Juga terjadi banjir di Kecamatan Waigete, Talibura dan Alok Barat menyebabkan 239 rumah mengalami kerusakan.
Fasilitas umum yang rusak saat angin kencang bulan Desember 2016 yakni saluran irigasi sepanjang 7 meter sedangkan banjir di bulan Januari 2017 mengakibatkan sebuah cross way putus dan mengakibatkan satu rumah hanyut serta menyebebakan seorang warga di Kecamatan Waigete meninggal dunia.
![]() |
| Kepala BPBD Sikka, Drs. Muhamad Daeng Bakir. |
Sementara dampak angin kencang di bulan Februari 2017 mengakibatkan 1.209 rumah dan 526 dapur mengalami kerusakan. Juga kerusakan terjadi pada 14 kios, 9 rumah ibadah, 20 sekolah, 8 posyandu serta 6 fasilitas umum lainnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
