Relawan Bagikan Air Bersih kepada Korban Banjir di Kecamatan Sragi

SELASA 28 FEBRUARI 2017
LAMPUNG—Sejumlah relawan dari masyarakat Pematang Pasir Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan yang tergabung dalam komunitas paguyuban pengendara lintas Timur Sumatera (P2LTS) dan beberapa relawan anak anak muda dari Lintas Timur Sumatera  melakukan aksi kepedulian terhadap para korban banjir. 
Relawan membagi air bersih menggunakan perahu.
Mereka  mendirikan tenda tenda di tanggul paret 5 Dusun Umbul Besar Desa Bandaragung Kecamatan Sragi. Kepedulian para anak anak muda tersebut bahkan telah berlangsung sejak Senin (27/2/2017) hingga Selasa (28/2/2017) dengan membagikan secara cuma cuma kepada masyarakat dengan menukarkan galon kosong untuk ditukar dengan galon air bersih.
Ahmad Mustafid (22) salah satu pengurus P2LTS mengungkapkan kepedulian anak anak muda Desa Pematangpasir tersebut merupakan langkah lanjutan dari aksi bakti sosial dengan kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan. Pemberian cuma cuma air bersih kepada masyarakat tersebut dilakukan dengan mengambil air bersih dari tempat isi ulang air bersih yang selama ini masyarakat harus membelinya.
“Kalau kondisi normal masyarakat bisa mengakses air bersih dari sumur namun selama banjir sumur warga tenggelam bahkan berisi lumpur dan air kotor yang mengalir dari limpasan Sungai Way Sekampung, “ungkap Ahmad Mustafid selaku salah satu pengurus paguyuban pengendara lintas Timur Sumatera (P2LTS) saat dikonfirmasi Cendana News di Paret 5 Dusun Umbul Besar Desa Bandaragung Kecamatan Sragi,Selasa (28/2/2017).
Ahmad salah satu relawan yang ikut membagi air bersih.
Sumber dana untuk didonasikan kepada ratusan warga terdampak banjir yang mengalami kesulitan air bersih merupakan sumbangan secara sukarela dari para anggota dan juga dari donasi pihak lain. Dari uang yang sudah terkumpul tersebut selanjutnya dibelikan air bersih untuk air minum warga. Selain dari anggota komunitas paguyuban pengendara lintas Timur Sumatera (P2LTS) bantuan juga berasal dari KZL (Kelabasan Zona Longstand) yang sejak dua hari terakhir membagikan sebanyak 120 galon perhari yang habis dibagikan kepada masyarakat korban banjir yang membutuhkan.
Selain dibagikan kepada warga yang mengungsi di tenda tenda darurat galon air yang dibagikan secara gratis bahkan dikirim ke sejumlah rumah menggunakan perahu milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan. Para relawan yang berjumlah puluhan tersebut sebagian menggunakan perahu untuk membagikan air bersih sementara yang berada di  tanggul warga bisa mengambil langsung dari kendaraan roda empat yang membawa sebanyak 120 galon per hari.
Selain di paret 5 relawan tersebut juga membagikan sebanyak 60 galon kepada warga yang tinggal di bantaran Sungai Way Sekampung dan terimbas banjir yang hingga akhir Februari justru air semakin meninggi akibat pengaruh banjir dan air pasang dari muara Kuala Sekampung.
Selain membagikan air bersih sekembalinya ke posko komunitas paguyuban pengendara lintas Timur Sumatera (P2LTS) bantuan juga berasal dari KZL (Kelabasan Zona Longstand) juga berencana akan menggalang dana dengan membuat posko bantuan dan meminta kerelaan dari pengendara di sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera.
“Kita masih akan melakukan penggalangan dana di jalan mengetuk para donatur untuk peduli kepada para korban banjir dan hasil penggalangan dana kita sumbangkan untuk membeli bahan kebutuhan makanan para korban banjir” ungkap Ahmad Mustafid.
Salah satu warga di Dusun Umbul Besar, Herman (34) dan Warti (32) yang menempati tenda pengungsian dari BPBD Lampung Selatan mengaku saat ini telah mendapat bantuan logistik berupa beras 5 kilogram, mie instan,sarden serta kebutuhan bayi yang diantaranya berisi sabun,baby oil dan perlengkapan bayi. Khusus untuk air bersih selain dari relawan juga korban banjir memperoleh air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum Tirtajasa yang membagikan air bersih menggunakan mobil tangki.
Dia  mengaku masih akan mengungsi di tenda tenda darurat bersama puluhan warga lain yang membuat tenda darurat sementara sebagian warga lain masih bertahan di rumah karena tidak memiliki tenda sekaligus menjaga barang barang di rumah yang terendam hingga 100 sentimeter. Warga juga belum mengetahui hingga kapan akan mengungsi akibat air belum surut akibat  limpasan air Sungai Way Sekampung.
Warga menyiapkan galon galon untuk kebutuhan air bersih.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...