SELASA, 14 FEBRUARI 2017
JAKARTA—- Indonesia untuk kedua kalinya akan merayakan pesta demokrasi rakyat, yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada Serentak) di 7 provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota di seluruh wilayah Indonesia. Berbagai tahapan sebelum pencoblosan telah berlangsung sesuai agenda dari masing-masing KPUD di daerah termasuk di Ibukota Jakarta.
![]() |
| Zulkifli Hasan (tengah) |
Visi Misi serta program kerja telah dikemukakan oleh seluruh pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur dengan berbagai cara. Masyarakat pun telah disuguhkan debat demi debat yang mencerahkan dan mencerdaskan, serta kampanye langsung yang tentunya membuat publik semakin mengenal siapa sosok pemimpin daerah yang akan dipilih.
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengatakan, Pilkada Serentak merupakan pelaksanaan azas kedaulatan rakyat (demokrasi) sebagai amanat dari Sila ke-4 Pancasila, dan dijamin secara konstitusional oleh UUD NKRI 1945. “Saya minta masyarakat harus berpartisipasi aktif dan menggunakan hak konstitusionalnya, demi memilih Pimpinan Daerah yang amanah dan mampu menyejahterakan rakyat,” ujarnya, saat Konferensi Pers, di Ruang Press Room, Gedung, Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (14/2/2017).
Karena itu, lanjutnya, pihaknya menyarankan kepada penyelenggara Pilkada Serentak, aparat penegak hukum, para kontestan Pilkada dan masyakarat seluruh Indonesia, (KPUD, Bawaslu dan Panwaslu) untuk mengawal seluruh proses tahapan Pilkada sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, menjamin netralitas, jujur dan adil.
Selain itu, Zulkifli juga menghimbau kepada seluruh aparat penegak hukum, baik jajaran TNI maupun POLRI, untuk menjalankan tugasnya sebagai alat negara, guna mengawal dan menjamin proses demokrasi ini berjalan tertib dan damai, berlaku netral dan tidak memihak ke pihak manapun.
Disampaikan pula, agar seluruh pasangan calon kepala daerah (kontestan) untuk menciptakan kompetisi yang sehat, tidak berbuat curang, money politics, dan lain-lain serta lebih mengedepankan kompetisi visi, misi dan program untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan sinergitas pembangunan nasional dan daerah. “Dan, untuk masyarakat Indonesia, untuk berpartisipasi aktif, menggunakan hak pilihnya pada 15 Februari 2017, dengan mengedepankan asas luber jurdil dalam pelaksanaannya, sehingga tercipta pelaksanaan Pilkada yang sejuk dan toleran, demi persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa