SELASA, 28 FEBRUARI 2017
YOGYAKARTA — Dalam rangka memperingati peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, Moseum Benteng Vrederburg Yogyakarta bekerjasama dengan Paguyuban Wehrkreise (PWK) III Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan DIY, akan menggelar sejumlah kegiatan mulai dari upacara bendera, pameran, aksi teatrikal hingga berbagai lomba mulai 1 Maret hingga 12 Maret 2017, mendatang.
![]() |
| Seorang pekerja memasang sirine di kompleks Benteng Vrederburg Yogyakarta |
Selain upacara rutin yang digelar di Plaza Monumen Serangan Umum 1 Maret pada hari H, juga akan digelar pameran temporer peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dilaksanakan selama 5 hari, mulai Rabu-Minggu (1-5/2/2017). Pameran ini akan menampilkan berbagai koleksi benda bersejarah peristiwa SO 1 Maret 1949, baik dari Moseum Benteng Vrederburg, Moseum TNI Angkatan Darat, hingga Moseum Jendral Sudirman.
Salah-satu yang menarik, adalah adanya aksi teatrikal peristiwa heroik Serangan Umum 1 Maret 1949 yang akan digelar melibatkan ratusan anggota komunitas dan kelompok masyarakat. Aksi teatrikal ini rencananya akan dilakukan pada Rabu, 1 Maret 2017, dan pada saat acara penutupan pameran pada Minggu, 5 Maret 2017.
Wakil Koordinator Acara, Darsono, ditemui Selasa (28/2/2017), menyatakan, aksi teatrikal ini nantinya akan dilakukan oleh kelompok Menwa serta Komunitas Jogja 45. Sebanyak 250 orang akan terlibat dalam aksi teatrikal ini. Semuanya akan mengenakan pakaian ala pejuang, dengan replika senjata serta kendaraan tempur kuno. Mereka akan mengulang peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di kompleks Moseum Benteng Vrederburg. “Pada 28 Februari atau malam hari nanti, akan digelar malam tirakatan di kompleks Plaza Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Setelah upacara bendera juga akan dilakukan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahawan Kusumanegara,” katanya.
![]() |
| Darsono |
Untuk mempersiapkan sejumlah kegiatan tersebut, pihak Moseum Benteng Vrederburg sendiri telah melakukan berbagai kegiatan. Dimulai dari kerjabakti merti monumen Keben dan Monumen Serangan Umum 1 Maret pada 27 Februari, hingga pembuatan sirine di kompleks Moseum Benteng Vrederburg. “Pada saat pameran berlangsung, akan ada apresiasi moseum melalui pementasan para partisipan di panggung apresiasi di lokasi pameran. Selain itu, juga akan ada lomba mewarnai tingkat TK, SD se-DIY pada 12 Maret 2017, bertempat di halaman moseum Benteng Vrederburg,” jelasnya.
Darsono berharap, melalui berbagai macam kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat baik di Yogyakarta, khususnya, maupun di Indonesia, umumnya, dapat lebih mengetahui sejarah tentang peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, sebagai sebuah peristiwa besar yang mempengaruhi pendirian NKRI. Ia juga berharap peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 dapat menjadi hari libur nasional sebagaimana hari besar nasional lainnya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana
