LAMPUNG—Petani belimbing merah (averhoa carambola) di Desa Sukabakti Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan mulai melakukan proses pemangkasan batang, ranting pohon buah yang mereka miliki. Salah satu petani belimbing merah, Nuryanto (46) mengungkapkan proses pemangkasan ratusan batang pohon belimbing merah dilakukan untuk peremajaan sekaligus untuk meningkatkan produktivitas buah belimbing merah.
![]() |
| Nuryanto pemilik lahan belimbing merah. |
Pada lokasi seluas 2,5 hektar terdapat tanaman belimbing merah mencapai 1500 batang dengan jarak tanam 5 meter x 5 meter. Menurut Nuryanto lahannya menghasilkan buah belimbing merah rata rata 4 ton per hektar untuk sekali masa panen. Meski demikian penurunan produksi terus terjadi seiring dengan umur tanaman yang semakin tua sehingga sebagian tanaman terpaksa ditebang untuk penanaman bibit baru dan sebagian dipertahankan untuk menunggu proses keluarnya tunas baru dan menumbuhkan batang baru. Harapannya dengan proses peremajaan akan kembali meningkatkan produktifitas buah belimbing merah miliknya.
“Belimbing merah ini bibitnya didatangkan dari wilayah Blitar Jawa Timur dan selanjutnya kami budidayakan di wilayah Penengahan dan Palas yang dijadikan sentra budidaya belimbing merah di Kabupaten Lampung Selatan,” terang Nuryanto saat ditemui Cendana News tengah memangkasi beberapa batang pohon belimbinbg merah bersama tiga pekerja lain di kebun yang dikelolanya di Desa Sukabakti Kecamatan Palas, Selasa (28/2/2017).
Ada juga areal tanaman belimbing merah yang pernah dikelola Nuryanto di Dusun Kayu Ubi Desa Kekiling saat ini dikelola oleh salah satu anggota keluarganya. Pengelolaan memadukan konsep budidaya belimbing merah dengan kolam ikan air tawar di antaranya ikan patin, ikan gurame serta ikan lele dengan luasan sekitar 1,5 hektar. Sementara untuk di Desa Sukabakti Nuryanto mengaku penanaman belimbing merah ditumpangsarikan dengan tanaman jagung, pada beberapa sisi ditanam pohon sawit serta pohon pisang dan kelapa. lokasi yang berada dekat dengan Sungai Way Pisang membuat pasokan akan air cukup terpenuhi untuk kebutuhan penyiraman saat musim kemarau ditambah dengan sumur bor yang disediakan tandon air besar.
Menurut Nuryanto lahan pertanian belimbing merah yang telah mencapai umur 7 tahun mulai menunjukkan penurunan hasil dengan hanya sekitar 1 ton perhektar dan terus menurun. Faktor usia dan perawatan dengan pemupukan yang berkurang serta musim hujan yang masih terus melanda wilayah Lampung Selatan dengan curah hujan tinggi diakui Nuryanto ikut berpengaruh pada produktivitas buah belimbing merah yang sempat menjadi buah unggulan di Kecamatan Palas dan Kecamatan Penengahan tersebut. Selain itu proses perawatan untuk membungkus buah belimbing agar terhindar dari serangan hama ulat buah kerap membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit sementara warga sekitar lahan pertanian di tempat tersebut kerap memiliki kesibukan lain.
“Kita pernah mengalami kewalahan dalam mengelola kebun belimbing merah ini namun seiring dengan umur tanaman yang semakin menua kita lakukan peremajaan dengan tekhnik pemangkasan dan sebagian akan kita ganti tanaman baru, sembari menunggu bertunas lahan kita gunakan untuk menanam jagung,” tutur Nuryanto.
Sebagian tanaman yang masih berproduksi ungkap Nuryanto saat ini digunakan untuk memenuhi pasokan pasar lokal dan penjual buah lokal. Padahal saat masa puncak produktifitas buah belimbing merah di kebun yang dikelolanya beberapa supermarket melakukan pemesanan untuk dijual di pasar swalayan tersebut. Dia mengaku belimbing merah yang dijual rata rata dengan harga Rp7.000 per kilogram pernah menghasilkan rata rata 3-4 ton per hektar dan sekaligus menjadi lokasi wisata agro dengan sistem petik dan timbang buah di kebun sambil menikmati menyantap buah belimbing merah di kebun. Namun ia mengaku untuk satu tahun ke depan sementara waktu produksi buah belimbing merah di kebun tersebut sementara waktu masih akan menurun dan hanya beberapa ratus batang belimbing merah yang berbuah.
“Kondisi curah hujan yang tinggi masih mempengaruhi perkembangan bunga karena banyak yang rontok padahal saat ini terlihat bunganya banyak, banyak yang rontok dan diserang hama lalat buah,”terang Nuryanto.
Bibit Gratis Dinas Perkebunan
Salah satu pekerja lain, Paijo (45) mengungkapkan saat ini selain petani penanam belimbing merah dalam skala besar, di wilayah Desa Sukabakti Kecamatan Palas rata rata sudah melakukan proses penanaman pohon belimbing merah di pekarangan yang mereka miliki. Selain mendapatkan pembagian bibit secara gratis dari Dinas Perkebunan pada 2013 lalu kawasan yang dijadikan sentra pengembangan buah belimbing merah tersebut menjadi sumber pendapatan tambahan bagi para warga yang memiliki puluhan batang belimbing merah dan dibeli oleh para pengepul buah dengan harga Rp6.000 perkilogram.
“Meski tanaman belimbing merah di kebun ini diremajakan tapi bagi yang ingin menikmati buah belimbing merah, sebagian besar warga di sini sudah menanamnya dan sebagian mulai berbuah,”ungkap Paijo.
Dari sekitar 1.500 batang pohon belimbing merah menurut Paijo akan diremajakan sekitar 80 persennya. Sisanya masih akan dipertahankan. Dia mengaku prospek penanaman buah belimbing merah sebagai buah segar di wilayah Kecamatan Palas dan Penengahan mulai dilirik masyarakat sebagai tanaman sela di kebun. Buah yang dihasilkan bisa dikonsumsi keluarga dan bisa dijual ke pengepul buah untuk dipasarkan.
![]() |
| Tanaman belimbing yang diremajakan. |
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foyo: Henk Widi
