Januari 2017, Inflasi di Balikpapan Tertinggi Ketiga se-Kalimantan

RABU, 1 JANUARI 2017

BALIKPAPAN — Laju inflasi di Balikpapan pada Januari 2017 mencapai 1,08 persen, dan menempatkannya sebagai kota dengan inflasi tertinggi ketiga di Kalimantan, setelah Pontianak dan Singkawang. Naiknya biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan tarif listrik dinilai memiliki andil besar dari tingginya inflasi di Balikpapan. 

Rapat TPID Kota Balikpapan

“Memang bulan perpanjangan STNK mempengaruhi inflasi. Tapi, nanti perpanjangan STNK tidak akan mempengaruhi laju inflasi secara signifikan pada bulan berikutnya,” kata Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Andi Palupi, saat dihubungi Rabu (1/2/2017).

Ia menjelaskan, kenaikan tarif listrik yang akan mempengaruhi inflasi ke depan karena dampaknya akan berimbas ke lainnya, sehingga hal itu yang perlu dijaga. “Kami memperkirakan kenaikan tarif listrik akan mempengaruhi inflasi pada bulan selanjutnya. Kami harus jaga dengan intens berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID –red),” ucapnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Balikpapan, kelompok pengeluaran yang mengalami laju inflasi tertinggi adalah kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (2,42 persen), disusul oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (1,34 persen).

Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Andi Palupi

Selain itu, kelompok-kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi sepanjang Januari selain dua kelompok yang disebutkan di atas, antara lain kelompok bahan makanan (0,87 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,46 persen), kelompok kesehatan (0,27 persen), dan kelompok sandang (0,05 persen).

Sementara itu, di wilayah Kalimantan, seluruh kota yang dipantau inflasinya serentak mengalami inflasi. Kota Pontianak mengalami inflasi tertinggi, yaitu 1,82 persen, disusul Kota Singkawang (1,76 persen), Balikpapan (1,08 persen), dan Kota Samarinda sebesar 1,02 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tarakan, yaitu sebesar 0,69 persen, diikuti Kota Tanjung (0,77 persen), dan Palangkaraya (0,85 persen).

Jurnalis: Ferry Cahyanti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ferry Cahyanti

Lihat juga...