![]() |
| Suasana pameran. |
Tren
- TKI dan Dakwah Islam
- Keseleo Pikir Presiden Prabowo Ketika Menuduh Kebijakan Sosial Ekonomi Pak Harto Neoliberal
- Presiden Prabowo dan Londo Ireng
- Oposisi, Frustrasi, dan Demokrasi
- Enam Bulan BoP Gaza
- Tiga Setengah Abad atau Kurang, Kenapa Jadi Polemik?
- Dominasi Pengelola SPPG vs Keadilan Sosial
- KDMP: Pangan, Transmigrasi dan Daerah 3T
- MBG Watch: Platform Pengawasan Digital
- KDMP: Offtaker dan Penggilingan Padi
SELASA 28 FEBRUARI 2017
MANADO—Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) menggelar University Partnership Meeting atau Pertemuan Pertama Kerjasama Universitas CTI-CFF di Sekretariat Regional CTI-CFF, Manado, pada Selasa (28/2/2017). Dalam pertemuan itu di ikuti oleh perwakilan universitas dari masing-masing negara yang tergabung dalam Coral Triangle Initiative seperti Indonesia, Papua New Guinea, Filipina, Malasya, Timur Leste, dan Kepulauan Solomon.
Executive Director Regional Secretariat CTI-CFF Widi A. Pratikto, Ph.D mengatakan, Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah dilakukan antara Sekretariaat Regional CTI-CFF dengan beberapa Universitas pada tahun 2016 silam. Hasil dari rembug ini menciptakan momentum positif bagi kerjasama ‘kampus’ dan ‘pemerintah’ yang tidak hanya dalam pengelolaan sumber daya alam kelautan, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang hidup di kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, serta keberlangsungan riset berbasis saintifik di kawasan Segitiga Karang.
Dia menegaskan, tujuan utama The 1st CTI-CFF University Partnership yang mengusung tema “Membangun Program Aksi Nyata untuk Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama Riset” diantaranya adalah menggerakkan promosi konservasi kelautan, perikanan berkelanjutan, dan ketahanan pangan melalui kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building), riset, dan pengabdian masyarakat (outreach) yang dijalankan bersama antara Perguruan Tinggi (Universitas) dengan Pemerintah masing-masing negara anggota CTI-CFF.
“Banyak hal yang dapat dilakukan bersama antara Perguruan Tinggi atau Universitas dan Pemerintah (Komisi Nasional CTI-CFF) dalam mengawal perkembangan sektor kelautan – salah satunya adalah melalui wadah kerjasama antar Universitas. Beberapa di antaranya adalah masalah pendanaan, transfer ilmu pengetahuan melalui kajian dan riset terbaru, tukar menukar tenaga ahli diantara negara-negara CTI-CFF, beasiswa, outreach program di akar rumput, serta ketahanan pangan lintas negara”, tegas Widi A. Pratikto, Ph.D, Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF.
Sementara itu Manager Komunikasi dan Informasi Sekretariat Regional CTI-CFF Andie Wibianto menyatakan, dalam kegiatan The 1st CTI-CFF University Partnership Meeting, diharapkan tercapai beberapa kesepatan aksi antara Perguruan Tinggi sebagai lembaga kajian dan penerapan ilmu pengetahuan serta Pemerintah sebagai pelaksana kebijakan program di lapangan dan masyarakat.
“Beberapa Universitas ternama dari 6 negara CTI-CFF yang hadir di Manado, yaitu 4 dari Indonesia: Institut Pertanian Bogor/IPB – Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember/ITS – Surabaya, Universitas Hasanuddin/Unhas – Makassar, dan Universitas Sam Ratulangi/Unsrat, Manado; Universiti Malaysia Terengganu/UMT – Malaysia; The University Of Papua New Guinea (UPNG); Solomon Islands National University (SINU); Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) – Timor-Leste; dan James Cook University (JCU), Australia.
Sedangkan perwakilan narasumber yang hadir darlam pertemua itu yaitu YBrs. Prof. Madya Dr. Ramzah Dambul – Kementrian Sains Teknologi dan Inovasi Malaysia, Horacio Amaral dos Santos Guteres – National Director of Aquaculture Timur Leste, Dr. Nani Endiarti – Asdep Iptek Deputy Bidang Koordinasi SDM, IPTEK Budaya Maritim, Prof Ari Purbayanto – Atase Dikbud Indonesia di KBRI Indonesia Malaysia,” ungkapnya.
Selalin menggelar pertemuan antara universitas, juga di gelar pameran produk dari sejumlah perwakilan kelompok nelayan dan stake holder yang ada di Sulawesi Utara serta kementrian yang memiliki perwakilan di (Sulut). kegiatan ini akan di gelar selam dua hari hingga 1 Maret 2017 mendatang.
Jurnalis: Ishak Kusrant/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ishak Kusrant
Lihat juga...