Dapat Uang Rp. 2,8 Miliar, Warga Waiblama Sikka, Bingung

SELASA, 28 FEBRUARI 2017

MAUMERE – Warga Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Aleksi Aleks, terlihat bingung saat namanya disebutkan oleh pembawa acara mendapatkan uang ganti-rugi atas tanah dan tanaman yang ada di lahannya yang digunakan untuk pembangunan Waduk Napung Gete.

Aleksi Aleks (kiri) bersama warga lainnya yang menerima pembayaran ganti-rugi menujukkan bukti buku tabungan.

Aleksi bahkan terdiam, tak kuasa menahan air mata dan kegembiraan saat Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, menunjukkan jumlah uang yang ada di dalam buku tabungan Bank BRI senilai Rp. 2,8 Miliar, dan menyerahkan kepada dirinya. “Saya tidak bisa membayangkan akan terjadi seperti ini, saya bingung, bisa menerima uang sebanyak ini yang selama ini hanya cuma mimpi saja,” ujar Aleksi.

Saat ditemui Cendana News usai penyerahan buku tabungan di Aula Kantor Desa Ilinmedo, Senin (27/2/2017), Aleksi masih terlihat bingung dan masih tidak percaya dengan besarnya uang yang diterimanya. Ia mengatakan, uang tersebut akan digunakan untuk memperbaiki rumah, membli tanah di desa maupun di kota untuk pengganti tanahnya yang telah dibeli Pemerintah seluas 3,7 hektar.

Perempuan berusia 35 tahun yang memiliki 3 orang anak ini berjanji, uang yang didapat akan digunakan sebaik mungkin, termasuk untuk menyekolahkan anaknya. Ia terlihat menyalami semua orang yang hadir di acara tersebut dengan berjalan dari kursi ke kursi, meski orang tersebut tidak dikenalnya. “Saya sangat gembira, ini seperti mukjizat bagi saya yang orang kampung ini, apalagi uangnya sangat banyak sekali,” tuturnya.

Kegembiraan yang sama juga dirasakan warga lainnya, Simon Sese, yang tanahnya pertama digusur untuk dijadikan tempat pendaratan helikopter. Simon mengatakan, uang sebesar Rp. 2,8 Miliar akan digunakan untuk membli tanah, membangun rumah, serta sisanya didepositokan. Pemilik lahan 3,7 hektar ini mengakui, areal miliknya yang dibebaskan sudah ditanami 3.000 pohon mahoni dan jati, jambu mente 450 pohon, 60 pohon kelapa serta pohon lokal lainnya yang sudah berusia tua. “Saya bersyukur, sebab tanah saya akhirnya dibayarkan pemerintah dengan harga jual yang pantas, sehingga uangnya bisa kami pakai kembali untuk membeli tanah dan membangun rumah,” pungkasnya.

Lokasi lahan milik Simon Sese yang telah digusur untuk dibangun helipad.

Data yang didapat Cendana News, menyebut, dari 18 warga yang tanahnya mendapat pembayaran ganti-rugi tahap pertama yang diberikan kepada setiap pemilik lahan, nilainya berkisar antara Rp. 30 Juta hingga ratusan juta rupiah dan yang tertinggi Rp. 2,8 Miliar, yang diberikan kepada 2 orang. Dana yang terpakai sebesar Rp. 8,5 Miliar dari total Rp. 8,8 Miliar yang diperuntukan bagi 27 bidang tanah yang dimiliki oleh 20 orang. Sisa dana sebesar Rp. 300 Juta akan dibayarkan kepada 2 warga lainnya yang masih melengkapi surat-surat tanah dan persyaratan lainnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Lihat juga...