MAUMERE — Bupati Sikka berharap sisa warga pemilik lahan seluas sekitar 138 hektar yang akan dipergunakan untuk pembangunan waduk Napung Gete di Desa Ilinmedo dan Werang Kecamatan Waiblama tidak terpengaruh oleh pihak luar yang akan memprovokasi warga.
![]() |
| Bupati Sikka bersama Ketua DPRD Sikka dan Dandim 1603 Sikka meninjau lokasi proyek dan melihat maket bendunagn Napung Gete. |
Demikian disampaikan bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera dihadapan warga pemilik lahan saat menyerahkan dana ganti rugi tahap pertama bagi 18 pemilik lahan di kantor Desa Ilinmedo, Senin (27/2/2017).
Dikatakan Ansar, sapaannya, pihak-pihak luar yang mempengaruhi warga tidak tahu kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan dan tidak melihat manfaat dari pembangunan waduk ini untuk kepentingan warga sekitar lokasi waduk dan masyarakat Sikka.
“Jangan terpengaruh terhadap orang-orang luar yang tidak tahu kondisinya seperti apa sebab apa pun langkah yang diambil pemerintah baik adanya dan tidak mungkin membuat rakyat menderita,” tegasnya.
Mantan Sekda Ende ini pun meminta agar warga yang belum menerima ganti rugi bersabar sebab masih butuh identifikasi lahan dan nilai ganti rugi oleh BPN Sikka dan tim appraisal dan semua hasilnya tentu tidak akan merugikan masyarakat.
Ansar juga meminta agar warga dan pemilik lahan bisa menciptakan rasa aman dan nyaman agar kontraktor dan para pekerjanya bisa bekerja dengan baik sehingga target penyelesaian pekerjaan bisa tercapai.
“Tolong bantu para pekerja dengan menciptakan rasa aman dan nyaman agar pembangunan bendungan Napung Gete bisa rampung pada tahun 2019 nanti,” pintanya.
Mantan wakil bupati Sikka ini pun berpesan agar 18 warga yang sudah menerima dana ganti rugi mempergunakan dana tersebut sebaik mungkin. Pemerintah, sebutnya, tidak membayar dalam bentuk uang tunai sebab takut uangnya disalahgunakan.
Selain itu, lanjutnya, dengan memberikan buku tabungan tidak ada uang tunai sehingga warga tidak perlu takut dan bisa tidur nyenyak sebab uangnya tidak mungkin dicuri orang. Kalau buku tabungan hilang membuatnya kembali pun mudah dan uangnya tetap aman.
“Kami juga tidak membayar dalam bentuk uang tunai sebab untuk menghindari terjadinya pungutan liar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Rafael Raga, SP, Ketua DPRD Sikka yang meminta agar warga memanfaatkan uang ganti rugi dengan sebaik mungkin. Meski terlambat, pemerintah tetap melakukan pembayaran ganti rugi bagi warga sebab Pemda Sikka hanya membayar sementara perhitungan besarnya nilai ganti rugi ditetapkan tim appraisal.
![]() |
| Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, SP (kiri) foto bersama Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera dan Dandim 1603 Sikka Letkol Inf. Abdullah Jamali, SIP serta warga pemilik lahan yang mendapatkan ganti rugi. |
“Saya berterima kasih sebab warga tetap bersabar menerima pembayaran ganti rugi karena semua itu akan indah pada waktunya,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
