SENIN, 27 FEBRUARI 2017
BALIKPAPAN — Guna mengantisipasi kenaikan harga lebih tinggi karena adanya penyesuaian harga baru untuk elpiji 3 kilogram dengan harga Rp17 ribu yang berlaku pada 1 Maret mendatang, Pemerintah Kota dan Pertamina akan melakukan operasi pasar apabila ditemukan kenaikan tidak wajar.
![]() |
| Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Balikpapan, Arzaedi Rahman. |
Kepala Bagian Perekonomian Setdakot Balikpapan, Arzaedi Rahman, mengatakan, kenaikan elpiji 3 kilogram itu sudah mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya biaya transportasi yang mengalami kenaikan, akibat harga BBM yang naik belum lama ini.
“Pertimbangannya jelas kan ongkos angkut naik, harga spare part lainnya juga naik. Jadi hal yang wajar, kenaikannya juga Rp 1000 atau menjadi Rp 17 ribu untuk 3 kg,” katanya saat ditemui, Senin (27/2/2017).
Tak hanya itu, pihaknya menjelaskan, kenaikan ini juga menyiasati jauhnya perbedaan harga elpiji Balikpapan yang lebih murah Rp16 ribu dibandingkan PPU HET sebesar Rp 20.000 sehingga riskan bergesernya kuota distribusi.
“Apabila ada perbedaan maka kuota kita bisa bergeser ke sana karena harga di sana menjanjikan sementara di sini Rp16 ribu. Ini kita menjaga disparitas,” tandasnya.
Arzaedi menilai, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang terjangkau oleh masyarakat riil di lapangan mereka bisa membeli hingga harga Rp 25 ribu per tabung di tingkat pengecer.
“Harga baru ini masih terjangkau oleh masyarakat. Kalau usulan Hiswana Rp 19 ribu. Ini sudah kami filter dan survei ke lapangan ke beberapa tempat ini, kenaikan wajar saja,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat juga berperan aktif apabila ada temuan yang menjual lebih dari HET yang sudah ditetapkan.
“Laporkan, kami akan perkecil ruang gerak agar tidak terjadi kenaikan lonjakan yang tinggi dengan selalu koordinasi pihak Pertamina,” tutupnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti