Utusan Raja Arab Saudi Mampir ke Kawasan Wisata Mandeh, Minat Investasi

SENIN, 27 FEBRUARI 2017

PADANG — Raja Arab Saudi mengirim utusannya yang merupakan pihak swasta untuk meninjau lokasi Kawasan Wisata Terpadu Mandeh yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulvian.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulvian mengatakan, kedatangan utusan Raja Arab Saudi tersebut ke Mandeh, sejak dua hari yang lalu. Namun ia mengakui tidak mendampingi kedatangan utusan Raja Arab Saudi tersebut, dan bahkan tidak mengetahui bahwa akan ada utusan Raja Arab Saudi ke Sumbar.

“Saya benar-benar tidak tahu kalau mereka ke Mandeh. Informasi kedatangan mereka ke Mandeh ini saya dapatkan dari Dinas Pariwisata Pesisir Selatan,” jelasnya, Senin (27/2/2017).

Menurutnya, pihak swasta yang merupakan utusan Raja Arab Saudi tersebut berminat untuk berinvestasi  ke Kawasan Wisata Terpadu Mandeh. Namun belum diketahui, apa bentuk investasi yang akan ditawarkan oleh pihak swasta tersebut. Selain itu, belum diketahui hasil dari tinjauan pihak swasta dari Arab Saudi itu.

“Yang jelas saat ini di Mandeh, tidak ada hotel, restoran, beberapa pulau yang belum terkelola, dan banyak hal lainnya yang perlu untuk dibangun di Mandeh itu sebenarnya,” katanya.

Di sisi lain, Oni menyatakan, saat ini Mandeh tidak masuk 10 destinasi wisata nasional. Hal ini disebabkan, ada beberapa syarat yang belum dipenuhi oleh kawasan wisata Mandeh. Seperti tempat wisata yang baru, belum memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan infrastruktur yang masih minim.

“Jadi 10 destinasi wisata nasional itu merupakan tempat wisata yang sudah dikenal lebih lama, contohnya Raja Ampat, jadi Mandeh masih hal yang baru. Meski keindahan Mandeh mirip dengan Raja Ampat bukan berarti Mandeh masuk sebagai 10 destinasi wisata nasional,” tegasnya.

Ia menyatakan, ke depan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan terus mengupayakan pembangunan infrastruktur, dan lebih menggiatkan promosi Wisata Mandeh.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra

Lihat juga...