SELASA, 21 FEBRUARI 2017
LAMPUNG — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin (20/2/2017) malam hingga Selasa (21/2/2017) dini hari di sebagian wilayah Lampung Selatan, menyebabkan air Sungai Way Asahan dan Way Katibung meluap dan menerjang lahan pertanian padi di Kecamatan Penengahan dan sebagian wilayah lain di Kecamatan Candipuro. Selain menggenangi sawah dan merobohkan padi, meluapnya aliran sungai itu juga membawa material sampah.
![]() |
| Sejumlah sawah terendam banjir |
Salah-satu petani, Suwardi (45), mengatakan, terjangan air sungai terjadi sejak semalam hingga pagi mengakibatkan beberapa padi di petak sawahnya seluas 1 hektar ambruk. Padahal, dua pekan lagi padi miliknya itu akan memasuki masa panen. Saat ditemui Selasa (21/2/2107), ia tampak sibuk membersihkan sampah yang menimbun tanaman padinya yang sebagian besar ambruk akibat terjangan air sungai.
Suwardi pun mengaku khawatir dengan intensitas hujan yang masih cukup tinggi dan berlangsung hingga pagi ini, juga akan merusakkan beberapa petak sawah miliknya yang ada di kawasan bantaran Sungai Way Asahan. Banjir yang menggenangi lahan padi, dipastikan akan mengurangi hasil panen, karena bulir padi jenis Ciherang yang ditanamnya tercampur lumpur. Kecuali itu, air yang menggenangi padinya akan membuat padi berkecambah sebelum sempat dipanen dua pekan lagi. Bahkan, padi yang dalam kondisi ambruk akan membuat proses panen sulit dilakukan. “Banjir sebelumnya pernah meluap, tapi hanya merendam setengah batang padi dan tidak menyebabkan tanaman padi ambruk. Tapi, banjir semalam sepertinya cukup besar dan berimbas semua tanaman padi di bantaran sungai ambruk,” terang Suwardi.
Hal serupa juga dialami petani lainnya, Aminah (39), yang memiliki lahan sawah di bantaran sungai dekat dengan lahan sawah Suwardi. Aminah terpaksa membersihkan material sampah yang menimbun tanaman padi yang ambruk pasca banjir menerjang. Selain kedua petani tersebut, sebagian besar lahan padi milik petani di Kecamatan Penengahan juga tak luput dari dampak meluapnya dua sungai tersebut.
![]() |
| Suwardi membersihkan material sampah di lahan padinya. |
Pantauan Cendana News, banjir juga berimbas bagi para petani di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Di kawasan itu, tanaman padi yang baru berumur 1 bulan terendam banjir akibat meluapnya Sungai Way Katibung yang tanggulnya jebol, beberapa waktu lalu.
Luapan Sungai Way Katibung tersebut dipastikan belum akan surut dalam beberapa hari ke depan, mengingat intensitas hujan yang masih terus berlangsung di wilayah Lampung Selatan. Dipastikan pula, tanaman padi petani akan rusak, sehingga para petani di wilayah tersebut terancam gagal panen pada musim tanam pertama di 2017 ini. “Kalau melihat kondisi hujan saat ini, sepertinya luapan air tetap seperti saat ini. Apalagi, Sungai Way Ketibung merupakan aliran dari beberapa sungai kecil lain. Bisa dipastikan kita akan gagal panen, karena tanaman padi rusak,” ungkap Ahmad, salah seorang petani di Desa Sinar Pasemah.
Lambannya penanganan tanggul yang jebol beberapa waktu lalu akibat banjir, cukup disesalkan petani. Pasalnya, imbas dari penanganan yang lambat dari Pemerintah setempat membuat luapan Sungai Way Katibung menjadi tidak terbendung, dan petani pun harus menanggung dampak buruknya.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi
