JUMAT, 24 FEBRUARI 2017
GARUT — Korlantas Polri, Irjen Pol Drs. Roycke Lumowa, MM. bersama Dir Lantas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Kurniawan, PT. Jasa Raharja, dan Staf Kementrian Perhubungan dan Kementrian PU, melakukan uji kelayakan jalan di beberapa jalur lintas provinsi terutama di Jalur Selatan di wilayah Perbatasan Provinsi Jawa Barat dengan Propinsi Jawa Tengah, di Daerah Tugu Perbatasan yang berada di Cijolang, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (24/02/2017).
![]() |
| Korlantas Polri, Irjen Pol Drs. Roycke Lumowa, MM. bersama Dir Lantas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Kurniawan, dan perwakilan instansi terkait lainnya saat melakukan uji kelayakan jalan di jalur selatan lintas provinsi. |
Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Roycke Lumowa, MM., mengatakan, ada beberapa potensi kemacetan di Jalur Selatan ini. Karenanya, pihaknya harus memperhatikan hal tersebut sebelum musim mudik Tahun 2017 nanti.
“Antara lain adanya jalan rusak di wilayah perbatasan Provinsi Jawa Barat sampai Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar di Kabupaten Cilacap, mulai dari perbatasan Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Cilacap sampai masuk wilayah Perbatasan Kabupaten Banyumas), jalan yang rusak paling parah ada di daerah Kecamatan Majenang, Kecamatan Cimanggu dan Kecamatan Karang Pucung,” katanya.
Irjen Pol Drs. Roycke Lumowa, MM., menerangkan, di jalur tersebut hampir sepanjang 9 kilometer mengalami kerusakan hingga 70 persen. Pihak Korlantas Porli akan membawa masalah ini dan mengajukan kepada pihak Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera melakukan perbaikan, sebelum musim mudik Tahun 2017 nanti.
“Pasalnya bila musim mudik Tahun 2017 nanti, jalan ini belum diperbaiki, sangat membahayakan sekali bila dilalui para pemudik” tambahnya.
Kemudian, Irjen Pol Drs. Roycke Lumowa, MM., menambahkan, potensi penyebab kemacetan yang ada di wilayah Jalur Selatan yaitu di wilayah Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pasalnya, di daerah tersebut selain adanya pasar tumpah yang berada di pinggir Jalan Nasional, di sana juga banyak sekali penarik becak dan andong, yang sering ngetem menunggu penumpang di tepi jalan.
“Untuk masalah ini, kami secepatnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut. Nantinya, para penarik becak dan andong yang sering mangkal di tepi jalan, kita usulkan untuk diberi kompensasi sehingga mereka tidak beroperasi selama musim mudik Tahun 2017 nanti,” jelasnya.
![]() |
| Tim uji kelayakan jalan gabungan dari Polri, Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan. |
Bukan hanya di wilayah Kabupaten Garut saja, yang berpotensi menyebabkan kemacetan dis aat musim mudik nanti, daerah Nagrek sampai Tasikmalaya, juga patut diantisipasi. Pasalnya di daerah tersebut selain jalannya berliku, juga banyak pasar tumpah, serta banyaknya angkutan pedesaan yang sering mangkal di tepi jalan. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan pada musim mudik Tahun 2017, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan jajaran Polda Jawa Barat.
Jurnalis: Baehaki Efendi / Editor: Satmoko / Foto: Baehaki Efendi
