Terkait Meninggalnya Dua Mahasiswa, UII Bentuk Tim Investigasi

SENIN, 23 JANUARI 2017

SLEMAN — Pihak Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) membentuk tim investigasi menyusul meninggalnya dua orang mahasiswa saat mengikuti Kegiatan Pendidikan Dasar The Great Camping (TGC) yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa MAPALA UII pada 13-20 Januari 2017 lalu, berlokasi di Lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar Jawa Tengah.

Rektor UII,  Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc (tengah).

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam jumpa pers di kampus setempat Senin (23/1/2017) menjelaskan, tim investigasi tersebut terdiri dari sejumlah unsur pimpinan UII, baik bidang kemahasiswaan, bidang medis forensik, maupun bidang hukum. Tim tersebut dibentuk untuk melakukan penelusuran serta mencari fakta dan informasi terkait wafatnya kedua mahasiswa.

Kedua mahasiswa yang meninggal itu, masing-masing Muhammad Fadhli, program studi Teknik Elektro angkatan 2015 asal Batam yang wafat pada Jumat 20 Januari 2017 dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar. Sementara, mahasiswa lainnya, Syaits Asyam dari program studi Teknik Industri angkatan 2015 asal Sleman yang meninggal dunia pada Sabtu 21 Januari 2017 setelah sempat dirawat di RS Bethesda.

“Pihak universitas berkomitmen mengungkap kebenaran atas kasus ini. Kita juga akan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat, apabila memang terbukti terjadi penyimpangan prosedur saat pelaksanaan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Harsoyo juga menegaskan, pihak kampus tidak akan segan-segan membekukan seluruh unit kegiatan mahasiswa MAPALA termasuk kegiatan pendidikan dasar seperti TGC sampai ada komitmen memperbaiki mekanisme pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai prosedur dan tujuan semula.

Ia menjelaskan, The Great Camping merupakan kegiatan rutin Pendidikan Dasar Unit Kegiatan Mahasiswa MAPALA yang dilaksanakan setiap tahun. Pada penyelenggaraan TGC 2017 atau ke 37 ini tercatat  37 mahaiswa yang menjadi peserta. Terdiri dari 34 laki-laki dan 3 perempuan.

Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan sepengetahuan pihak universitas, serta telah dijalankan sesuai prosedur formal yang berlaku di internal UII. Mulai dari proses pengajuan proposal ke pihak universitas, penanggung jawab dari pihak panitia, susunan panitia, hingga jadwal acara maupun surat izin orang tua peserta.

“Sebelum kegiatan itu juga sudah dilakukan validasi kesiapan peserta dari sisi kesehatan. Setiap peserta wajib melakukan tes kesehatan dan memberikan surat keterangan sehat dari dokter. Sebelum pelaksanaan juga sudah dilakukan pemeriksaan tim medis yang bekerjasama dengan tim medis UNS,” ujarnya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana  

Lihat juga...