SENIN, 23 JANUARI 2017
MAUMERE — Dalam rangka mendukung budidaya ternak ayam yang sedang dikembangkan petani dampingan yang difasilitasi Wahana Tani Mandiri (WTM) di Maumere, setiap anggota kelompok harus memiliki kandang ayam. Sebagai dukungan atau stimulan kepada anggota petani dampingan, WTM dengan Critycal Ecosistem Fund Partnership Fund (CEPF) dalam kerjasamanya mendistribusi bibit ayam lokal.
![]() |
| Bibit ayam kampung yang akan diserahkan ke kelompok tani. |
Demikian disampaikan koordinator program WTM, Hery Naif, kepada Cendana News, Senin (23/1/2017) di kantornya. Dikatakan Hery, WTM bersama suplier mendroping 90 ekor ayam kepada dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Gaging Pani dan Kelompok Tani Ru Reo di Glak, Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Senin (23/1/2017).
“Pendistribusian ini merupakan sebuah aktivitas yang tertunda karena terserangnya penyakit tetelo pada ayam di wilayah Mapitara umumnya dan malah hampir sebagian Kabupaten Sikka. Untuk itu, pendistribusian ini dilakukan setelah dinyatakan aman, “ ujarnya.
![]() |
| Pengiriman ayam kampung ke wilayah kelompok tani di pedalaman Mapitara. |
Acara penyerahan bibit ayam ini juga dihadiri oleh Anton Teyson dan Servasius Alfred serta beberapa perwakilan masyarakat lainnya, misalnya dari Kelompok Tani Gaging Pani dan Ru Reo. Acara ini ditandai secara simbolis dengan penyerahan ayam oleh Frans Yoki, mewakili suplier. Selanjutnya, penandatanganan berita acara penerimaan ayam oleh kedua kader dengan WTM.
Anton Teyson kepada Cendana News mengatakan, pendropingan ayam tersebut sebagai motivasi dalam mendukung petani agar apa yang dicita-citakan untuk mencapai sebuah kehidupan yang lebih layak bisa tercapai.
“Kami bersyukur WTM bisa membantu memberikan berbagai bibit ternak dan tanaman serta melakukan pendampingan dan juga pelatihan manajemen agar petani bisa meraih kehidupan yang lebih baik, apalagi bagi kami petani di pedalaman,” ungkapnya.
![]() |
| Hery Naif, Koordinator Program Wahana Tani Mandiri. |
WTM pun, beber Hery, juga akan mendistribusi benih kakao, pala, dan cengkeh. Ia juga berharap program ini bisa memotivasi petani dan direspon oleh kelompok tani dalam mendukung sebuah pola pengelolaan pertanian yang lestari.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

