SENIN, 23 JANUARI 2017
MAUMERE — Sebanyak 9 pasien demam berdarah (DB) dirawat intensif di RSUD TC Hillers Maumere sejak awal bulan Januari 2017. Para penderita berasal dari 5 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka.
| Anak-anak di Kelurahan Kota Uneng sedang mengais sampah yang tergenang di saluran air depan rumah mereka. |
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH kepada Cendana News, Senin (23/1/2017). Dikatakannya, dinas kesehatan selalu memberikan penyadaran dan sosialisasi namun kesadaran masyarakat masih kurang.
“Untuk menyadarkan masyarakat memang butuh proses dan kami selalu melakukan terus-menerus apalagi menjelang pergantian musim selalu saja ada kasus demam berdarah,’ ujarnya.
Dari 5 kecamatan asal penderita, terang Bernadina, kasus terbanyak berasal dari Kecamatan Alok Timur dengan 5 penderita, sementara Kecamatan Alok, Alok Barat, Magepanda, dan Paga masing-masing ditemukan satu penderita.
Dari jumlah tersebut, lanjutnya, penderita yang berumur kurang dari setahun sebanyak 1 orang dan berumur 1 sampai 4 tahun sebanyak 6 orang. Sedangkan penderita yang berumur 5 sampai 15 tahun dan lebih dari 15 tahun masing-masing 1 penderita.
“Proses pembelajaran dan menyadarkan masyarakat memang butuh waktu sebab masyarakat masih belum menjaga kebersihan rumah dan lingkungan,” sebutnya.
Ditambahkan Bernadina, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka melalui Puskesmas sudah membagikan kelambu dan abate namun masyarakat masih terbiasa membuang sampah sembarangan. Saluran air, ungkap dokter perempuan asal Nagekeo ini, setiap musim hujan selalu dipenuhi sampah plastik bahkan ranting pohon dan lainnya sehingga membuat saluran air tersebut tersumbat dan air pun tergenang.
“Orang masih buang sampah di mana-mana, got banyak tergenang air sehingga nyamuk berkembang biak dengan leluasa. Kaleng-kaleng bekas masih berserakan di pekarangan rumah dan tempat sampah, tidak dikuras,” ungkapnya.
Untuk mengatasinya, Dinas Kesehatan, kata Bernadina, sudah melakukan fogging atau pengasapan di titik yang menjadi endemik demam berdarah setelah ditemukan adanya kasus. Fogging dilakukan di kelurahan Nangameting dan Kota Uneng. Di daerah ini ditemukan banyak jentik. Penyemprotan pun sudah dilakukan sebanyak dua kali di dua kelurahan ini.
“Bila ditemukan kasus, baru kita lakukan penyelidikan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Kalau ada jentik baru kita lakukan fogging. Tapi proses ini kan hanya membunuh nyamuk dewasa,” tegasnya.
Bernadina berharap, kasus demam berdarah di tahun 2017 tidak sampai pada tingkat Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti tahun 2016 lalu. Waktu itu, pada bulan Januari 2016, jumlah penderita mencapai 53 orang. Para pengurus RT, RW, lurah dan camat, harus menggerakkan masyarakat membersihkan lingkungannya.
| Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH. |
“Jangan setelah ditemukan adanya penderita dan banyak yang dirawat baru dilakukan kerja bakti membersihkan lingkungan. Harus dibiasakan gerakan 3 M Plus, yakni menutup, mengubur, dan menguras serta melakukan upaya agar tidak digigit nyamuk seperti menggunakan obat nyamuk, pasang kassa nyamuk, pakai kelambu, dan lainnya,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary