Sinergi Menumbuhkan Kreativitas Majelis Taklim AR-Rosyidi Posdaya Melati 1 Bukit Duri Jaksel

RABU 11 JANUARI 2017
JAKARTA—Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Program pemberdayaan masyarakat dari Yayasan Damandiri melalui pembentukan Pos Pemberdayaan Keluarga atau disingkat Posdaya di masing-masing lingkungan Rukun Warga (RW) di setiap Kelurahan bukan sebuah program sembarangan. Visi dan misi yang diemban sangat jelas dan terukur dari kegunaan sampai hasil yang ingin dicapai kelak.
Majelis Taklim AR-Rosyidi Posdaya Melati 1 RW 011 Bukit Duri Jakarta Selatan..
Sebagai langkah awal, masyarakat digerakkan untuk menata lingkungan setempat mulai kebersihan, penghijauan, pengadaan Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD, menggalakkan kegiatan kesehatan melalui Pos Pelayanan Terpadu atau disingkat Posyandu baik untuk balita (bayi usia lima tahun) maupun lansia (lanjut usia) serta menggiatkan kegiatan ibu-ibu PKK dalam menggagas kelompok tani, perikanan sampai Majelis Taklim. Setelah itu, masyarakat akan lebih diberdayakan ekonomi kreatifnya dengan Program Simpan Pinjam Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera).
Dari kegiatan-kegiatan warga diatas itulah kemudian Posdaya akan bersinergi di dalamnya. Teknis pelaksanaannya mulai berjalan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil, agar nantinya setiap kegiatan dapat lebih tertata dengan baik, mudah dikontrol dan terukur hasilnya. Sinergi yang dilakukan antara Posdaya dengan kegiatan-kegiatan yang sudah ada di masyarakat akhirnya lebih menggiatkan kreatifitas masyarakat, jua membuat kegiatan warga identik dengan kegiatan Posdaya. Ini menjadi salah satu ciri khas yang dapat dilihat langsung setiap kali masuk ke dalam sebuah Posdaya di setiap wilayah tertentu.
Salah satu kegiatan warga yang bersinergi dengan Posdaya, kemudian menjadi pemicu mumpuni dalam menggiatkan kreativitas warga itu sendiri adalah Majelis Taklim (MT) Ar-Rosyidi ibu-ibu PKK RW011, Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan.  Kegiatan Majelis Taklim menjadi satu gerak maju bersama Posdaya bentukan Yayasan Damandiri di wilayah tersebut yakni Posdaya Melati 1, RW011, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Ketua Posdaya Melati 1, Trisno Budiarti mengungkapkan, kegiatan-kegiatan yang diadakan Majelis Taklim selain bermanfaat  menjaga nilai-nilai keagamaan di masyarakat, juga menumbuhkan semangat kebersamaan antar warga serta memperluas pengetahuan.
“Sinergi Posdaya Melati 1 dengan Majelis Taklim AR-Rosyidi sudah terjadi sejak awal berdirinya Posdaya. Bahkan tujuh orang dari dua puluh dua pengurus Majelis Taklim adalah anggota Posdaya. Ini salah satu cara yang memberi kemudahan dalam melakukan sosialisasi program, perekrutan anggota sampai pengkaderan. Selain itu, turut mempererat tali silaturahmi di antara kami, karena intensitas pertemuan menjadi lebih banyak,” ungkap Trisno Budiarti yang akrab disapa Budiarti, Ketua Posdaya Melati 1, sekaligus pengurus Majelis Taklim Ar-Rosyidi kepada Cendana News.
Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Majelis Taklim Ar-Rosyidi di Musholla Ar-Rosyidi, RW011, Bukit Duri, Jakarta Selatan, hadir seluruh ibu PKK beserta ibu-ibu anggota Posdaya Melati 1 dari wilayah RW09 sampai RW01, yang berasal dari lingkungan RT04 sampai RT09. Acara dibuka oleh ceramah singkat pengurus Majelis Taklim, Ust. Drs. Maisaroh Madsuni, dilanjutkan siraman rohani oleh penceramah tamu Hj. Iin Handayani.
Salah seorang pengurus Majelis Taklim, Ibu Sunengsih membenarkan bahwa kegiatan Majelis Taklim memang adalah gabungan seluruh ibu PKK dari beberapa RW di Kelurahan Bukit Duri dan banyak dari mereka adalah juga anggota maupun pengurus aktif Posdaya Melati 1 RW011, Bukit Duri. Dengan membaurnya mereka semua, kegiatan Majelis Taklim yang tadinya hanya berkisar kegiatan keagamaan saja, sekarang berkembang menjadi kegiatan pemberdayaan warga untuk hal-hal lain. Contohnya kegiatan praktek kuliner bersama, penghijauan sampai kegiatan-kegiatan sosial lainnya.
“Semakin berkembang hari demi hari dan menjadi lebih aktif untuk mengisi waktu luang saat ditinggal suami bekerja dari pagi hingga sore. Contoh nyata, untuk konsumsi setiap acara Majelis Taklim atau acara Ibu-ibu PKK, kami biasa mengadakannya secara mandiri. Seperti nasi kotak dan kue basah yang disajikan hari ini, Nasi Ulam Khas Betawi, kami buat bersama-sama dengan dibantu oleh pengurus Posdaya, Ibu Budiarti. Memang masih melayani kebutuhan kegiatan kami saja, akan tetapi cukup memberi inspirasi dan peningkatan pengetahuan memasak bagi kami semua,” kata Sunengsih.
Suasana peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Majelis Taklim Ar-Rosyidi semakin hangat dengan siraman rohani Hj. Iin Handayani yang mengangkat tentang bagaimana cara orangtua meningkatkan pendidikan keagamaan kepada anak demi menangkal pergaulan bebas yang merebak sekarang ini. Dan salah satu figur ketokohan yang diyakini bisa memberi suri tauladan bagi anak-anak agar terhindar dari praktek pergaulan bebas adalah dari Nabi Besar Muhammad SAW itu sendiri.
Kegiatan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla AR-Rosyidi.
Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw
Lihat juga...