Pencairan Mudah, Penjahit Seragam Sekolah Dapat Tambahan Modal dari Tabur Puja

SABTU, 14 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Hari Kas Posdaya Kenanga Setu RW05, RT07 Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur binaan Yayasan Damandiri setiap hari Jumat. Hari Kas rutin dilaksanakan untuk melayani para anggota Posdaya yang ikut program simpan pinjam Tabungan Kredit Pundi Sejahtera atau Tabur Puja. Pencairan dana modal usaha mikro maupun pembayaran cicilan bulanan anggota adalah aktivitas yang akrab dengan hari kas. 
Proses persiapan dokumen peminjaman sampai penyerahan dana kepada Mujio Makmur
Pada Jumat 13 Januari 2017, hari kas menjadwalkan pencairan modal usaha dengan salah satu penerima, Mujio Makmur. Pria asal Tegal, Jawa Tengah tersebut adalah seorang penjahit baju seragam sekolah. 
“Saya mereferensikan Mujio masuk sebagai anggota Tabur Puja dari RT07, RW05, di bawah Penanggung Jawab atau PJ Ibu Tisa,” sebut Ibu Akustika yang akrab disapa Tika kepada Cendana News.
Mengupas sedikit mekanisme pencairan dana modal usaha, selain memberi kemudahan tanpa jaminan atau agunan, Tabur Puja Yayasan Damandiri juga melakukan seleksi ketat dalam bentuk wawancara dan survei tempat usaha calon kreditur (peminjam dana). Hal ini dilakukan agar terhindar dari kejadian tidak diinginkan kelak. 
“Tabur Puja bukan hanya menawarkan kemudahan untuk meminjam modal usaha, namun memiliki juga teknis penyeleksian calon kreditur. Sejauh ini warga tidak keberatan dan kamipun tetap dalam semangat kekeluargaan dalam melaksanakannya,” kata Deni, Asisten Kredit atau AK Tabur Puja.
Setelah melewati fase wawancara, calon kreditur akan disambangi tempat usahanya oleh tim Tabur Puja Posdaya Kenanga Setu. Jika semua dianggap lengkap, tim survei dan pengurus akan mengajukan nama calon kreditur kepada AK Tabur Puja Yayasan Damandiri yang bertugas. 
AK menentukan persetujuan maupun penolakan pengajuan pinjaman. Jika disetujui, kreditur akan dihubungi untuk datang pada Hari Kas. Dana awal pinjaman putaran pertama berkisar antara 1-2 Juta rupiah.
Mujio Makmur adalah anggota Tabur Puja yang aplikasi pengajuan pinjamannya disetujui sejumlah 2 Juta rupiah. Mujio datang pada Jumat (13/01/2017) untuk menerima pencairan dana pinjaman ke Posdaya Kenanga Setu yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Rencananya Mujio akan menggunakan dana pinjaman sebagai modal awal untuk mengerjakan pesanan seragam sekolah dari sebuah sekolah swasta ternama di Jakarta. 
“Untuk membeli bahan dan berbagai keperluan awal lainnya. Syukur akhirnya saya disetujui, prosesnya juga cepat. Ini sangat membantu saya untuk menyelesaikan pemesanan tepat waktu,” tutur Mujio, pria berusia 38 tahun kepada Cendana News.
Dalam satu bulan, Mujio dan dua karyawannya mampu menyelesaikan dua sampai tiga orderan besar. Usahanya masih kecil-kecilan, namun karena keahlian menjahit Mujio dalam menjahit seragam sekolah, pemesanan datang secara berkala. Keadaan ini cukup menyulitkan bagi pelaku usaha kecil seperti Mujio, sehingga kehadiran Tabur Puja menjadi solusi cepat di saat yang tepat.
Awalnya Mujio kerap berhubungan dengan pihak Bank maupun lembaga keuangan lain dengan pinjaman berjamin surat kendaraan bermotor atau BPKB. Sudah tidak terhitung berapa kali BPKB sepeda motor Mujio dijaminkan di sana, tapi sekarang Mujio bisa menyimpan BPKB-nya di lemari pakaian dengan tenang.
Mujio Makmur
Mujio memiliki rencana ke depan yang cukup brilian, karena ia berniat memanfaatkan pinjaman awal Tabur Puja sebaik-baiknya agar jumlah pinjaman berikutnya terus meningkat. Penjelasan dari pengurus Tabur Puja Posdaya Kenanga Setu dan AK Tabur Puja sepertinya sudah sangat jelas bagi Mujio. 
“Semoga lancar semuanya, karena saya juga ingin menjadi anggota Tabur Puja yang baik dengan membayar cicilan sesuai jatuh tempo agar jumlah simpanan di Tabur Puja ikut bertambah juga. Dengan begitu mempengaruhi besaran jumlah pinjaman berikutnya,” begitu tutup Mujio mengakhiri perbincangan.
Selesai menandatangani beberapa dokumen pencairan di atas meterai, Mujio menerima uang tunai sebesar 2 Juta rupiah dari Kasir Tabur Puja Posdaya Kenanga Setu. Ia pun bergegas pergi karena harus segera menyetorkan dana tersebut kepada penjual kain bahan seragam sekolah. Setelah dana disetorkan, kain akan dikirim kepada Mujio, sehingga ia bisa segera memulai perkerjaannya sebagai penjahit seragam sekolah binaan Tabur Puja Yayasan Damandiri.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...