Partisipasi Masyarakat Perkotaan Selama Pemilu di NTB Paling Rendah

RABU, 18 JANUARI 2017

MATARAM — Meski secara umum tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami peningkatan, tapi tingkat golongan putih (Golput) juga masih banyak terjadi di tengah masyarakat, khususnya masyarakat perkotaan.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori di Mataram.

Dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, tingkat partisipasi paling rendah banyak terdapat di Kota Mataram, dengan tingkat partisipasi hanya mencapai 55 persen, disusul Kabupaten Lombok Tengah dengan tingkat partisipasi 65 persen.

“Tingkat pendidikan, kesadaran politik dengan daya kritis tinggi, menjadi salah satu penyebab mengapa tingkat partisipasi masyarakat perkotaan cenderung rendah dan lebih memilih Golput,” kata Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori di Mataram, Rabu (18/1/2017).

Masyarakat perkotaan dengan pendidikan tinggi dalam setiap pelaksanaan Pemilukada, Pileg dan Pilpres cenderung lebih rasional dalam pandangan politik dan tidak mudah terpengaruh.

Dalam menilai dan menentukan pilihan sebagian besar masyarakat perkotaan juga tidak sembarangan dilakukan, seperti kebanyakan masyarakat pedesaan yang umumnya berpendidikan menengah ke bawah.

Kantor Komisi Pemilihan Umum NTB.

“Ini tentu menjadi tantangan tersendiri baik bagi KPU NTB maupun pasangan calon gubernur, bupati, dan wali kota yang secara khusus akan maju pada Pemilukada serentak 2018 mendatang untuk meyakinkan mereka supaya mau menggunakan hak pilihnya,” tutupnya.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Lihat juga...