RABU, 25 JANUARI 2016
YOGYAKARTA — Pihak Universitas Islam Indonesia (UII) membekukan keorganisasian Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UII atau yang biasa disebut Unisi UII hingga batas waktu tidak ditentukan. Pembekuan MAPALA UII dilakukan menyusul adanya temuan Tim Investigasi UII yang mengindikasikan adanya kekerasan dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) The Great Camping, di Lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, hingga menewaskan 3 orang mahasiswa, beberapa waktu lalu.
![]() |
| Muzayin Nazaruddin (paling kanan), bersama anggota Tim Investigasi UII |
Hal itu disampaikan Anggota Tim Investigasi UII, Muzayin Nazaruddin, dalam jumpa pers di RS Jogja International Hospital, Jalan Ringroad Utara, Sleman, Yogyakarta, Rabu 25/01/2017). Muzayin mengatakan, keputusan itu diambil sebagai komitmen UII dalam menyikapi kasus ini, sekaligus menunjukkan sikap UII yang anti kekerasan. Sebelumnya, pihak UII sendiri telah membekukan MAPALA UII dari semua aktivitas kegiatan serta melarang semua anggota MAPALA UII melakukan kegiatan di luar kota Yogyakarta.
“Terkait sanksi, hingga kini kita belum bisa memastikan, karena masih terus mencari informasi sekaligus bukti, untuk menyimpulkan pelanggaran apa yang sudah dilakukan. Dari situlah baru kita bisa memutuskan sanksi yang akan diberikan,” ujarnya.
Baca:
Polres Karanganyar Duga Kuat Ada Kekerasan Saat Diksar Mapala UII
Meski mengakui adanya temuan tindak kekerasan dalam kegiatan itu, Muzayin sendiri tak banyak memberikan informasi. Baik itu terkait jenis tindakan kekerasan yang dilakukan maupun siapa saja yang melakukan tindak kekerasan itu. “Masih kita investigasi. Saat ini belum bisa kita sampaikan,” ujarnya.
Pihak UII saat ini juga masih terus bekerjasama dengan pihak Polres Karanganyar terkait proses penyelidikan kematian 3 orang mahasiswa seusai mengikuti kegiatan Diksar MAPALA UII bertajuk The Great Camping di Lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, pihak UII juga membantah adanyak keterlibatan pihak luar sebagai instruktur dalam kegiatan pendidikan dasar sebagai bagian proses rekruitmen bagi mahasiswa yang ingin menjadi anggota MAPALA Unisi. “Tidak benar, jika ada yang mengatakan ada pihak luar menjadi instruktur dalam kegiatan ini. Semua instruktur dalam kegiatan ini seluruhnya berasal dari UII, ” jelasnya.
Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Editor : Koko Triarko / Foto : Jatmika H Kusmargana