Jejak Langkah Damandiri di RW 02 Srengseng Sawah

SELASA, 31 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Keberhasilan tidak diraih semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses panjang di balik sebuah pencapaian. Inilah yang dialami Posdaya Bacang binaan Yayasan Damandiri, yang berkedudukan di Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Gang H. Shibi Nomor 73, RT 003, RW 02, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kegiatan Hari Kas Posdaya Bacang, pada Senin setiap pekannya.

Berawal pada 1990, para ibu rumah tangga warga RW 02 membentuk kegiatan PKK untuk memberdayakan kegiatan masyarakat setempat. Tantangan pertama yang harus dihadapi adalah tidak tersedianya sarana tempat berkumpul maupun sosialisasi kegiatan PKK. Melihat keinginan warga yang begitu besar, Ketua RW 02 dari RT 09, H. Nasir, menyerahkan sebidang tanah untuk diberdayakan warga sebagai pusat kegiatan PKK RW 02.

Selepas mendapatkan lahan, warga secara swadaya mendirikan bangunan di atas lahan tersebut. Pada 1991, bangunan rampung dibangun dan nama kegiatan PKK disepakati menjadi PKK Bacang, dengan Hj. Tuty Rohati sebagai pengurus inti di dalamnya. Nama Bacang diambil dari nama pohon yang tumbuh di halaman Sekretariat PKK RW 02. Selain mendirikan PKK Bacang, di tahun yang sama warga membentuk Posyandu Bacang untuk balita dan lansia. “Akhirnya, semua kegiatan kami selalu disematkan kata ‘bacang’, diawali PKK Bacang, Posyandu Bacang, PAUD Bacang dan masih banyak kegiatan lainnya,” sebut Hj. Tuty Rohati, Ketua Posdaya Bacang, sekaligus pengurus PKK Bacang, kepada Cendana News, Senin (30/01/2017).

Awal Bertemu dengan Yayasan Damandiri
PKK dan Posyandu Bacang dipandang sebagai embrio dari semua kegiatan warga Gang H. Shibi, RW02, sekaligus sebagai cikal-bakal berdirinya Posdaya Bacang. Seiring bergulirnya waktu, tak terasa sudah banyak kegiatan yang dilakukan warga RW 02. Namun, Tuty Rohati, pengurus PKK, masih merasa bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan belum lengkap, karena masih banyak warga yang belum bisa terlepas dari eratnya sabuk kemiskinan.

Suatu ketika, Tuty bertemu rekan pengurus PKK di Kelurahan Srengseng Sawah, bernama Ibu Slamet, yang ternyata adalah pengurus Posdaya Sirsak binaan Yayasan Damandiri. Ibu Slamet banyak membagi cerita tentang kegiatan Posdaya yang menyentuh empat aspek vital pemberdayaan kesejahteraan masyarakat, salah-satunya wirausaha.

“Ini dia, apa yang saya impikan tiba-tiba jatuh di depan mata seperti durian runtuh,” begitu yang ada di benak Tuty, selesai mendengar penjelasan Ibu Slamet. Tuty pun mengambil kesimpulan, jika ia bisa belajar program kewirausahaan di Posdaya Sirsak, kesempurnaan pemberdayaan masyarakat yang selama ini diimpikannya bisa terwujud. Akhirnya, pada 2010, Tuty resmi masuk Posdaya Sirsak bersama 15 orang warga di lingkungan RW 02 Srengseng Sawah.

Di sana, mereka semua belajar sambil menempa diri, dan seiring perjalanan kegiatan di Posdaya Sirsak, pada 2012 Tuty dan rekan-rekannya mulai mengenal Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Lima belas orang warga RW 02 Srengseng sawah yang dibawa Tuty ikut Tabur Puja. Memasuki awal 2014, melihat kenyataan mulai membaiknya keadaan ekonomi 15 warga RW 02 yang ikut Tabur Puja, Tuty Rohati mengambil sebuah keputusan penting. “Saya harus mendirikan Posdaya di lingkungan kami jika ingin Tabur Puja menyentuh lebih banyak warga ekonomi lemah. Tapi, saya butuh izin dan restu Ibu Slamet terlebih dahulu,” kenang Tuty.

Ibu Slamet menyambut baik niat Tuty. Ia memberikan restu, izin sekaligus dukungan moril dengan memperkenalkan Tuty kepada Ibu Farida dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pancasila, Jakarta. Atas arahan dan bimbingan LPPM Universitas Pancasila, pada 2014, Hj.Tuty Rohati mendirikan Posdaya Bacang, RW 02 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sekretariat Posdaya Bacang

Posdaya Bacang Saat Ini
Hj. Tuty Rohati menjadikan salah-satu kediamannya sebagai sekretariat resmi Posdaya Bacang. Sebuah rumah yang teduh dan nyaman di Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Gang H. Shibi No. 73, RT 003, RW 02, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menjadi saksi bisu jejak langkah Yayasan Damandiri menyentuh setiap sendi kehidupan warga RW 02, Kelurahan Srengseng sawah.

Sejak 2014 hingga awal 2017, anggota Tabur Puja Posdaya Bacang sudah mencapai lebih dari 100 orang dengan perputaran dana Tabur Puja kurang lebih Rp. 200 Juta. Anggota Tabur Puja Posdaya Bacang meliputi 13 RT yang berada di bawah RW 02, Kelurahan Srengseng Sawah. Posdaya Bacang memiliki 5 kelompok Tanggung Renteng dengan masing-masing kelompok dikoordinir oleh 1 orang Penanggung Jawab (PJ). Masing-masing kelompok mempunyai jumlah anggota antara 10-23 orang.

“Kebijakan Yayasan Damandiri, bahwa satu kelompok Tanggung Renteng harus mencapai dua puluh lima orang. Sampai sekarang kami masih berusaha menyempurnakannya, karena biar bagaimanapun kami mengejar kualitas, bukan kuantitas anggota. Kami harus selektif dalam memilih anggota demi nama baik kami sendiri, sekaligus membayar kepercayaan dari Yayasan Damandiri kepada kami. Tapi, secara perlahan kami yakin bisa memenuhi target kebijakan tersebut,” ujar Tuty, menutup perbincangan seraya mengakhiri pertemuan dengan Cendana News.

Sejak awal berdirinya Posdaya Bacang 2014, banyak kegiatan lain (selain Tabur Puja) yang terus berkembang melalui kehadiran Posdaya Bacang. Kegiatan-kegiatan tersebut, antara lain Posyandu Balita dan Lansia, Posbindu, PAUD dan Pengajian warga.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...