Jejak Damandiri Hadapi Rentenir di Kebayoran Lama Selatan dan Pengadegan

RABU 25 JANUARI 2017

JAKARTA—Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri—Gerakan Yayasan Damandiri membantu masyarakat agar terhindar dari jeratan rentenir. Para rentenir ini kerap mensejajarkan diri dengan petugas Bank Keliling merambah terus menyentuh Pengadegan dan Kebayoran Lama Selatan. 

Tabur Puja Posdaya Soka
Ngasimun Ketua Operasional Posdaya Soka (kanan) dan Suratmi (tengah) salah satu PJ Tabur Puja Posdaya Soka

Pengurus Posdaya di masing-masing wilayah tersebut membantu edukasi terhadap warga secara perlahan. Dan semua berhasil melakukannya dengan sempurna, tanpa mengalami pergesekan horizontal dengan para rentenir tersebut.

Edukasi berkelanjutan kepada warga sambil menjalankan Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) adalah strategi inspiratif Damandiri. Membuka ranah berpikir masyarakat sambil memberikan solusi, itulah kesimpulan dari perjuangan Yayasan Damandiri tersebut.

“Pasar kedip itu ibarat buah ranum bagi rentenir, karena di sana banyak pedagang yang butuh modal. Posdaya Soka RW012 Kebayoran Lama Selatan perlahan menyentuh warga sekitar pasar kedip serta beberapa pedagang dengan Tabur Puja agar mereka terhindar dari jeratan rentenir. Tidak perlu kekerasan, hanya butuh edukasi dan solusi, itu saja yang dibutuhkan warga. Sejauh ini semua yang kami lakukan berhasil,” terang Ngasimun, Ketua RW012 sekaligus Kader Operasional Tabur Puja Posdaya Soka.

Sasaran rentenir wilayah Kebayoran Lama selatan khususnya RW012 adalah para warga pra sejahtera. Memang awalnya terlihat bagaikan dewa penolong, akan tetapi ternyata di balik itu mereka teramat sangat menindas masyarakat. Perjuangan Posdaya Soka RW011 bukan dengan melakukan perlawanan, akan tetapi mengangkat warga pra sejahtera ke posisi sejahtera 1 maupun sejahtera 2 dengan Tabur Puja.

Berita serupa juga berhembus dari Posdaya Melati 3 RW01 Pengadegan, Pancoran. Pengurus Posdaya secara perlahan melancarkan serangan senyap terhadap para rentenir secara damai melalui Tabur Puja. Warga tidak mampu diberikan pinjaman lunak sekaligus diberdayakan menjadi pengusaha mikro untuk mengangkat ekonomi keluarga.

“Tidak ada pergesekan, kami bergerak dengan damai dan mengedukasi warga bahwa solusi menjadi sejahtera bukan dengan rentenir, tapi bersama Damandiri dengan Tabur Puja. Dan perlahan semua menyadari lalu menjadi anggota Tabur Puja hingga hari ini,” sebut Magda Hasmutri, Ketua Posdaya Melati 3, RW01 Pengadegan.

Praktek rentenir memang banyak mengganggu kenyamanan serta membohongi warga. Bayangkan saja, dari pinjaman sebesar 2 juta rupiah, warga hanya menerima kurang lebih 1,8 juta rupiah karena mengalami pemotongan ini dan itu. Bunga berlipat dikenakan jika terlambat mencicil.

Kemudahan yang ditawarkan adalah, pinjaman bisa approve di tempat layaknya bank Keliling dan jumlah pinjaman mengikuti kebutuhan warga bersangkutan. Intinya, berapapun jumlah dana yang diinginkan pasti disetujui. Akan tetapi di balik itu tanpa sadar warga sudah terjerumus dalam jurang gelap.

Untuk Posdaya Melati 3, Damandiri banyak menyentuh para pedagang kecil di sekitar RW01. Wilayah yang dulunya kerap dibekap banjir Ciliwung setinggi 2-3 meter ini banyak terbantu dengan kehadiran Tabur Puja. Bahkan mereka juga selamat dari praktek menabung liar yang dilakukan rentenir. Menabung tapi dikenakan biaya tinggi dengan memotong uang tabungan setiap bulannya. Masyarakat terjerat akibat tidak mengerti, dan setelah mendapat edukasi dari Damandiri, sekarang warga di sana sudah meminjam sekaligus menabung dengan nyaman lewat Tabur Puja Yayasan Damandiri.

Ketua Posdaya Melati 3 Pengadegan
Magda Hasmutri, Ketua Posdaya Melati 3 Pengadegan, Pancoran, Jakarta.

Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...